Home Berita Olah Raga Arsenal Siap Bertahan, Tzolis: Tekanan Ada di Rival

Arsenal Siap Bertahan, Tzolis: Tekanan Ada di Rival

Sumbawanews.com,- Arsenal resmi membuka musim 2026/2027 dengan kemenangan 4-1 atas Girona dalam laga uji coba di Stadion Montilivi, Minggu (3/7/2026). Empat gol dicetak oleh Kai Havertz, Christos Tzolis, Max Dowman, dan Gabriel Jesus, sementara Arnau Martinez menjadi pencetak gol tunggal tuan rumah. Pemain baru asal Yunani, Christos Tzolis, yang baru didatangkan dari Club Brugge, langsung mencatatkan debut memukau dengan satu gol. Usai laga, Tzolis menegaskan bahwa Arsenal siap mempertahankan gelar Premier League, dan tekanan justru berada di pundak para pesaing.

Tzolis, satu-satunya pemain lapangan yang direkrut Arsenal pada bursa transfer musim panas ini, menyatakan bahwa sebagai juara bertahan, timnya tidak perlu terbebani oleh ekspektasi. “Tentu saja untuk mempertahankan gelar, Anda tidak perlu memikirkannya. Bakal lebih sulit bagi tim lain karena tekanannya ada di sana, bukan pada juara bertahan,” ujarnya dikutip dari Independent. Ia menilai semangat tim di sesi latihan sangat tinggi, menunjukkan keseriusan seluruh pemain untuk bersaing di semua kompetisi, bukan hanya Premier League.

Pemain berusia 22 tahun itu juga menekankan adanya kesatuan visi di dalam kubu Arsenal. “Ketika saya melihat latihan, dan betapa bersemangatnya setiap pemain dalam setiap sesi, itu berarti semua orang siap bersaing di level tertinggi. Kami punya tujuan yang sama: memenangkan gelar di sini.” Pernyataan Tzolis menguatkan narasi bahwa Arsenal, meski belum pernah berhasil mempertahankan gelar Premier League sejak era 2004, kini tampil lebih percaya diri dan terstruktur di bawah asuhan Mikel Arteta.

Dengan keberhasilan menaklukkan Girona dan adaptasi cepat Tzolis yang mendapat pujian dari pelatih, Arsenal memasuki musim baru dengan momentum positif. Sementara rival-rivalnya seperti Manchester City, Liverpool, dan Manchester United disibukkan dengan perubahan skuad dan tekanan ekspektasi, The Gunners justru memilih fokus pada proses—dan membiarkan lawan-lawannya yang merasakan beban menjadi juara.

Previous articleTimnas Indonesia Kembali Kalah dari Vietnam, Nadeo Argawinata Masih Belum Menang
Next articleRizky Ridho Akui Kesalahan Usai Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam