Sumbawanews.com,- Arsenal memulai musim 2026/2027 sebagai juara bertahan Premier League, dengan ambisi mempertahankan mahkota domestik dan mengejar trofi Liga Champions yang masih menjadi mimpi terbesar klub sejak 2004. Di bawah arahan Mikel Arteta, tim asal London Utara itu berusaha menjadi satu-satunya tim sejak Manchester United 2008–09 yang mampu meraih dua gelar beruntun, mengingat hanya Ferguson, Mourinho, dan Guardiola yang pernah mencapai prestasi serupa sejak kompetisi ini berdiri.
Arteta telah memulai musim dengan kemenangan di Community Shield, mengalahkan Manchester City di Cardiff pada 16 Agustus 2026, menjadi simbol awal yang kuat. Namun, tantangan besar menanti: rival-rival besar seperti Manchester City, Liverpool, dan Chelsea siap menggoyang dominasi Arsenal, sementara di Eropa, PSG yang baru mengalahkan mereka lewat adu penalti di final Liga Champions 2025/2026 masih menjadi rintangan besar. Bayern Munich, Real Madrid, dan Barcelona juga tak kalah berbahaya di fase akhir kompetisi benua.
Untuk memperkuat daya saing, Arsenal merekrut Bruno Guimaraes dari Newcastle dengan nilai transfer 101 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 triliun), yang diharapkan membentuk duet ideal dengan Declan Rice di tengah lapangan. Pemain asal Brasil itu diandalkan untuk menyeimbangkan pertahanan dan serangan, sekaligus menambah kedalaman skuad. Selain itu, Piero Hincapie dipermanenkan setelah masa pinjaman sukses dari Bayer Leverkusen, Christos Tzolis direkrut dari Club Brugge, dan Illan Meslier datang sebagai penjaga gawang ketiga. Meski gagal merekrut Vinicius Junior, minat Arsenal terhadap bintang Real Madrid menunjukkan tekad Arteta untuk terus meningkatkan kualitas lini serang.
Dengan skuad yang semakin komplet dan pengalaman juara musim lalu, Arsenal kini bukan lagi sekadar tim yang kembali bangkit, tapi tim yang berambisi menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa. Musim ini adalah ujian nyata: apakah mereka bisa bertahan, atau justru menjadi korban tekanan sebagai juara?















