Sumbawanews.com,- Argentina akan menghadapi Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.00 WIB. Juara bertahan asal Amerika Selatan itu berusaha mempertahankan gelar setelah menembus babak delapan besar lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir, sementara Swiss meraih sejarah dengan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam 72 tahun. Kedua tim sama-sama mengandalkan ketahanan mental dan strategi taktis, namun fokus utama Swiss jelas: menghentikan dominasi Lionel Messi, pencetak hattrick tertua dalam sejarah Piala Dunia.
Messi, yang kini berusia 38 tahun, menjadi pusat perhatian setelah mencatatkan rekor baru sebagai pencetak hattrick tertua dalam sejarah turnamen saat membawa Argentina menang 3-0 atas Aljazair di laga pembuka. Kini, ia kembali menjadi ancaman utama bagi pertahanan Swiss yang dikenal disiplin. Kapten Swiss Granit Xhaka mengakui kehebatan Messi, mengingat pengalaman pribadinya menghadapi sang legenda di Piala Dunia 2014. Bersama bek Ricardo Rodriguez, keduanya menjadi satu-satunya pemain yang masih bertahan dari pertemuan itu. “Kami tahu kualitasnya, dan kualitas tim Argentina secara keseluruhan,” ujar Xhaka. Sementara itu, pelatih Swiss Murat Yakin menilai Argentina bukan tim tak terkalahkan, meski mengakui kekuatan taktis dan mentalitas para pemainnya.
Argentina, di bawah asuhan Lionel Scaloni, diprediksi tetap mempertahankan susunan pemain yang sukses bangkit dari tertinggal dua gol melawan Mesir. Scaloni menekankan bahwa kemenangan itu bukan semata hasil strategi, tapi buah dari semangat tim yang tak pernah menyerah. “Tanpa apa yang kami miliki, kami pasti sudah kalah,” katanya. Sementara itu, Swiss berharap gelandang Johan Manzambi pulih dari cedera lutut untuk memperkuat lini tengah, guna menahan serangan cepat Argentina dan mengurangi ruang gerak Messi.
Pertandingan ini bukan sekadar laga antara dua tim, tapi ujian ketahanan mental dan kecerdasan taktis. Bagi Swiss, ini adalah momen bersejarah untuk membuktikan bahwa mereka mampu menandingi raksasa dunia. Bagi Argentina, ini adalah langkah menuju pertahanan gelar—dan Messi tetap menjadi kunci utama yang harus diwaspadai.















