Sumbawanews.com,- Arema FC meraih kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC dalam laga pembuka BRI Super League 2026/2027, Jumat, 4 September 2026, di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pelatih Marcos Santos memuji seluruh elemen tim—pemain, staf kepelatihan, hingga suporter—sebagai kunci keberhasilan tim meraih tiga poin pertama musim ini. Gol-gol dicetak Johan Alfarizi (menit 6), Diego Landis (menit 15), Marco Vinicius (menit 45+1), dan Mauro Zijlstra (menit 84), tanpa satu pun gol yang diterima tim tuan rumah.
Marcos Santos menekankan bahwa kemenangan ini bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari disiplin taktis dan kerja keras seluruh tim. Ia mengakui Isenmulang sebagai lawan tangguh dengan keunggulan fisik, namun Arema mampu mengendalikan ritme permainan sepanjang 90 menit. Pemain-pemainnya tetap fokus menjalankan skema 4-4-2 yang diinstruksikan, tanpa tergoda mengikuti gaya permainan kasar lawan. “Saya mengapresiasi apa yang telah ditunjukkan pemain, mereka bermain luar biasa,” ujar Santos dalam konferensi pers usai laga.
Pujian tak hanya berhenti pada pemain. Santos secara khusus mengapresiasi staf kepelatihan yang bekerja keras mempersiapkan strategi, serta Aremania dan Aremanita yang memadati tribun. “Kehadiran mereka memberi energi tambahan, dan saya anggap mereka bagian penting dari kemenangan ini,” katanya. Kemenangan ini menjadi awal yang sempurna bagi Singo Edan yang menargetkan perbaikan dari musim sebelumnya.
Di lini depan, empat pencetak gol masing-masing menunjukkan peran krusial. Johan Alfarizi membuka skor dengan tembakan akurat setelah umpan Gabriel Silva. Sembilan menit berselang, Diego Landis menyundul bola dari umpan silang Gustavo Franca. Sebelum turun minum, Marco Vinicius memperbesar keunggulan setelah menyelesaikan umpan matang dari Alfarizi. Di babak kedua, Mauro Zijlstra—yang baru kembali dari cedera dan masuk sebagai pemain pengganti—mencetak gol debutnya untuk Arema lewat sundulan jarak dekat pada menit ke-84. Zijlstra mengaku senang bisa langsung berkontribusi, dan mengatakan instruksi Marcos membantunya memahami pola permainan tim yang rapat dan terstruktur.
Meski sempat mendapat penalti yang dibatalkan VAR dan gol lawan yang dianulir karena offside, Isenmulang tak mampu menembus pertahanan Arema. Kiper Adi Satryo juga tampil solid, menyelamatkan satu peluang berbahaya tim tamu di akhir laga. Dengan kemenangan ini, Arema membuka musim dengan catatan sempurna—menang, tanpa kebobolan, dan dengan empat pencetak gol berbeda. Zijlstra yang baru beradaptasi justru menjadi simbol harapan: jika ia terus berkembang, lini depan Arema akan semakin mematikan sepanjang musim.















