Home Berita Olah Raga Anak Tukang Kayu dari Desa Kini Juara Piala Dunia 2026

Anak Tukang Kayu dari Desa Kini Juara Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pau Cubarsi, pemain berusia 19 tahun asal desa kecil Estanyol, Spanyol, menjadi pahlawan sekaligus simbol ketulusan setelah membawa Timnas Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Ditempatkan sebagai bek tengah utama oleh pelatih Luis de la Fuente, Cubarsi berduet dengan Aymeric Laporte dan berhasil menjaga gawang Spanyol hanya kebobolan sekali sepanjang turnamen. Ia juga menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 dengan rata-rata akurasi umpan 90 persen, menjadi tulang punggung pertahanan sekaligus penghubung serangan tim.

Cubarsi bukan sekadar pemain berbakat—ia adalah cerita kemanusiaan yang langka di dunia sepak bola modern. Lahir dari keluarga tukang kayu di desa terpencil, ia tetap tinggal bersama kakaknya, menolak gaya hidup mewah meski gaji besar mengalir. Seluruh pendapatannya ia berikan untuk membantu usaha orang tuanya. Ketika mampu membeli mobil pertama, ia justru membelikan mobil baru untuk orang tuanya, sementara dirinya tetap menggunakan mobil keluarga yang lama. Ia menyelesaikan pendidikan dengan tekun, belajar dari pukul 15.00 hingga 20.00 setiap hari, bahkan saat jadwal latihan dan pertandingan mengharuskannya absen di sekolah—teman-temannya rela membantu mengumpulkan tugasnya.

Ketika libur, Cubarsi tidak pergi ke resor mewah atau pesta selebritas. Ia kembali ke Estanyol, membantu ayahnya menggergaji kayu, berbincang dengan tetangga, dan hidup seperti anak desa biasa. “Saat pulang ke kampung, satu-satunya tujuan saya adalah berkumpul dengan keluarga dan teman-teman terdekat. Rasanya tenang, seperti saat bermain di lapangan,” ujarnya. Di Barcelona, rekan-rekannya memandangnya sebagai sosok rendah hati yang tak pernah berubah—bekerja keras di lapangan, lalu pulang ke desa saat waktu luang tiba.

Karier Cubarsi baru memasuki awal, tapi jejaknya sudah menjadi legenda: bukan karena kehebatan teknis semata, melainkan karena ia tetap menjadi dirinya sendiri—sederhana, setia, dan tak pernah melupakan asal-usulnya.

Previous articleMTQ X Kaltara di Malinau Jadi Perekat Toleransi dan Penggerak Ekonomi Lokal
Next articleMorgan Rogers Resmi Gabung Chelsea, Pecahkan Rekor Transfer Pemain Inggris