Sumbawanews.com,- Petenis putri Filipina Alex Eala, berusia 21 tahun, kini menjadi sorotan global setelah menempati peringkat 20 dunia dan mencatatkan sejarah sebagai petenis pertama dari negaranya yang menjuarai turnamen tunggal WTA, setelah mengalahkan Jessica Pegula 4-6, 6-4, 6-0 di final Washington Open awal Agustus lalu. Prestasi ini memicu perbandingan dengan legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao, yang diakui Eala sebagai sumber inspirasi utama. Eala juga pernah melangkah hingga babak 16 besar Wimbledon, sebelum dikalahkan Jasmine Paolini dengan skor 4-6, 6-4, 3-6. Kini, ia bersiap menghadapi tantangan terbesar berikutnya di US Open 2026, yang berlangsung dari 23 Agustus hingga 13 September mendatang.
Eala menegaskan bahwa Pacquiao bukan sekadar ikon olahraga, tapi sosok yang membuka jalan bagi generasi atlet Filipina. “Dia seorang legenda dan telah banyak berjasa membuka jalan bagi kami,” ujar Eala. Ia menambahkan, rasa bangga yang diciptakan Pacquiao bagi bangsanya menjadi motivasi mendalam, dan ia berharap perjalanannya sendiri bisa memberikan dampak serupa.
Dengan performa konsisten di level Grand Slam dan kenaikan peringkat yang stabil, Eala kini menjadi simbol baru kebangkitan tenis Filipina di panggung internasional. Ia bukan hanya mengejar gelar, tapi juga menulis sejarah—dengan cara yang autentik, tenang, dan penuh penghormatan terhadap para pendahulunya.















