Sumbawanews.com,- Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan kekecewaan terhadap FIFA atas rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Reuters, AFC menilai inisiatif ini melanggar prinsip integritas dan tata kelola yang transparan, serta gagal melalui konsultasi komprehensif dengan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan lainnya. AFC menekankan bahwa keputusan sebesar ini harus melibatkan seluruh pihak terkait sebelum diajukan kepada badan pengambil keputusan berwenang.
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh UEFA, yang menyebut rencana tersebut sebagai pelanggaran batas yang seharusnya tidak pernah dilampaui oleh lembaga pengatur sepak bola. UEFA menegaskan bahwa setiap asosiasi nasional, liga, klub, pemain, dan pendukung memiliki hak untuk dilibatkan dalam keputusan yang berdampak pada masa depan permainan. Di sisi lain, FIFA justru memberi ultimatum kepada 211 anggotanya, termasuk PSSI, untuk mendukung rencana ini sebelum 19 September 2026, dengan ancaman kehilangan dana sebesar US$40 juta atau Rp723 miliar jika tidak setuju.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam suratnya kepada anggota, menyatakan bahwa dana hasil penjualan saham akan cair pada 1 Januari 2027, dan hanya tersedia bagi asosiasi yang memberikan dukungan tepat waktu. Kritik dari AFC dan UEFA menunjukkan semakin memanasnya ketegangan antara badan pengelola sepak bola global dan konfederasi regional atas kendali komersial turnamen paling bergengsi di dunia.















