Sumbawanews.com,- AC Milan tengah mempersiapkan diri menghadapi musim padat yang berpotensi mencapai lebih dari 50 pertandingan, dengan pelatih Ruben Amorim yang masih mengevaluasi komposisi skuad menjelang laga uji coba terakhir. Dengan sistem 3-4-2-1 yang menjadi fondasi taktisnya, Amorim membutuhkan pemain yang mampu beradaptasi di berbagai posisi, dan tujuh nama—Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi, Yunus Musah, Samuel Chukwueze, Alexis Saelemaekers, Christopher Nkunku, dan Koni De Winter—menjadi kunci fleksibilitas tim.
Adrien Rabiot, yang sebelumnya bermain sebagai gelandang box-to-box, kini dipertimbangkan untuk naik ke posisi gelandang serang, memanfaatkan pengalaman masa lalunya di bawah Roberto De Zerbi. Pergeseran ini tidak hanya memaksimalkan kekuatan tembakannya, tetapi juga membuka ruang bagi Ardon Jashari untuk berduet dengan Luka Modric di lini tengah. Davide Bartesaghi, meski kini menjadi pilihan utama di bek sayap kiri, juga siap menggantikan Strahinja Pavlovic sebagai bek tengah kiri saat dibutuhkan. Sementara Yunus Musah, dengan kemampuan dual-role sebagai gelandang dan bek sayap, menjadi solusi strategis jika Zachary Athekame meninggalkan klub, terutama di ajang Coppa Italia atau Liga Europa.
Samuel Chukwueze sedang dalam proses penyesuaian di posisi bek sayap, namun ia juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang berkaki kiri di sisi kanan untuk menciptakan ancaman ke arah tengah. Alexis Saelemaekers, dengan kemampuan dua kaki, etos kerja tinggi, dan teknik halus, adalah pemain paling serbaguna—dapat bermain sebagai bek sayap kanan, bek sayap kiri, atau gelandang serang tanpa kehilangan efektivitas. Christopher Nkunku, yang pernah bermain sebagai winger, striker, second striker, hingga gelandang serang, siap mengisi berbagai peran, termasuk menggantikan Christian Pulisic atau bahkan menjadi penyerang utama dalam situasi darurat. Koni De Winter, meski baru bergabung, menunjukkan potensi besar sebagai bek tengah yang mampu bermain dalam garis pertahanan tinggi, kuat di duel udara, dan berkontribusi dalam membangun serangan—sehingga bisa mengisi sisi kanan maupun kiri dari formasi tiga bek.
Fleksibilitas tujuh pemain ini memberi Amorim ruang luas untuk melakukan rotasi tanpa mengganti struktur dasar 3-4-2-1, menjadikan AC Milan lebih tangguh menghadapi beban jadwal yang intens sepanjang musim.















