Sumbawanews.com,- AC Milan tampil suram dalam laga pramusim melawan Chelsea, kalah 0-3 tanpa satu pun tembakan tepat sasaran, memperdalam kekhawatiran menjelang dimulainya musim baru. Pelatih Ruben Amorim menghadapi tekanan besar karena sistem permainan agresif berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi yang ia inginkan belum terlihat sama sekali. Tim asal Italia itu kini dianggap masih dalam tahap “work in progress” — namun waktu tersisa hanya dua pekan sebelum laga pembuka melawan Torino.
Kekalahan ini memperjelas ketidaksesuaian antara skuad saat ini dengan filosofi taktis Amorim. Sejumlah pemain seperti Rafael Leao, Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, Samuele Ricci, Pervis Estupiñán, Santiago Giménez, Zachary Athekame, dan David Odogu masuk dalam daftar evaluasi, sementara Ruben Loftus-Cheek dan Yunus Musah juga berpotensi dilepas. Milan butuh memangkas jumlah pemain yang terlalu banyak, namun hanya memiliki sekitar tiga minggu untuk menyelesaikan transaksi jual-beli sebelum bursa transfer ditutup. Proses penjualan pemain kini sama krusialnya dengan perekrutan baru, karena komposisi tim yang ramping menjadi syarat mutlak untuk membangun identitas permainan.
Tiga laga pramusim — melawan Celtic, Inter, dan Chelsea — menunjukkan kemajuan tidak konsisten. Jika dua laga awal sempat menjanjikan, penampilan melawan Chelsea justru mengungkap kerapuhan struktural. Amorim belum bisa membangun kekompakan tim sesuai visinya, dan tanpa kejelasan komposisi, persiapan taktis akan terhambat. Dengan musim baru tinggal hitungan hari, setiap keputusan di transfer window menjadi penentu apakah Milan akan bangkit atau kembali terjebak dalam ketidakpastian.















