Home Berita Nasional Titik Panas di Sumatera dan Kalimantan Menurun, Menhut Awasi Puncak El Nino

Titik Panas di Sumatera dan Kalimantan Menurun, Menhut Awasi Puncak El Nino

Sumbawanews.com,- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa jumlah titik panas di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan mengalami penurunan signifikan per 31 Agustus 2026. Riau dan Jambi mencatat nol hotspot, sementara Kalimantan Barat dan Tengah masih menjadi fokus utama meski data real-time menunjukkan penurunan tajam. Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot turun dari 253 menjadi 83 titik, dan di Kalimantan Barat dari 272 menjadi 109 titik. Sementara itu, Sumatera Selatan masih mencatat 20 hotspot dan Kalimantan Selatan 22 hotspot. Raja Juli menekankan bahwa tidak semua hotspot berarti ada api aktif, seperti di Sumatera Selatan yang memiliki 37 hotspot tetapi hanya 11 firespot yang terkonfirmasi di lapangan. Ia juga mengingatkan bahwa lahan gambut dapat mempertahankan asap meski api padam, sehingga proses pendinginan terus dilakukan. Pemerintah tetap waspada menghadapi puncak fenomena El Nino pada September, dengan fokus meminimalisir dampak kesehatan akibat kabut asap, terutama risiko ISPA pada masyarakat.

Previous articleAyase Ueda Resmi Gabung Lille, Berpeluang Main Bareng Calvin Verdonk
Next articleBanjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan 1.003 Orang