Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum penting dalam memperdalam kerja sama strategis antara Indonesia dan Qatar, terutama menjelang perayaan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
Dalam dialog tertutup yang berlangsung hangat, Presiden Prabowo dan Menlu Qatar membahas sejumlah prioritas bersama, termasuk percepatan investasi di sektor energi, infrastruktur, dan pangan. Qatar secara resmi menegaskan komitmen investasi senilai 4 miliar dolar AS, yang akan dikelola melalui kerja sama antara Dana Nasional Indonesia (Danantara) dan Qatar Investment Authority (QIA). Komitmen ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan Qatar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperluas kemitraan yang saling menguntungkan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong kemajuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan. “Emir menilai Indonesia sebagai mitra yang dinamis dan berdaya saing tinggi di kawasan,” ujar Teddy dalam keterangan resminya.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan untuk menggelar kunjungan resmi Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2026. Kunjungan tersebut direncanakan sebagai puncak perayaan 50 tahun hubungan diplomatik, yang dimulai sejak 1977. Kedua negara berencana menggelar serangkaian acara budaya, ekonomi, dan akademik untuk memperkuat ikatan sosial dan kepercayaan publik di kedua belah pihak.
Selain investasi, kedua pihak juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang keamanan, pertahanan, dan pendidikan tinggi. Qatar berencana membuka beasiswa bagi ribuan pelajar Indonesia di universitas-universitas ternama di Doha, sementara Indonesia menawarkan peluang kolaborasi riset dalam teknologi energi bersih dan pertanian berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, hubungan Indonesia-Qatar kini memasuki babak baru yang lebih matang, tidak hanya berbasis diplomasi, tetapi juga kemitraan ekonomi yang berdampak nyata bagi rakyat kedua negara. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya dan pengaruh global, Qatar semakin menempatkan Indonesia sebagai mitra utama di Asia Tenggara, sementara Indonesia memandang Qatar sebagai katalisator penting dalam diversifikasi investasi dan kemandirian ekonomi nasional.

















