Sumbawanews.com,- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons pembentukan Kabinet Bayangan oleh koalisi masyarakat sipil dengan menyatakan pemerintah akan mempelajari inisiatif tersebut. Kabinet alternatif yang terdiri dari aktivis, akademikus, dan pakar ini dibentuk pada 17 Juli 2026 untuk menyusun kebijakan alternatif dan mengawasi kinerja Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo menekankan bahwa semua masukan yang bersifat konstruktif akan diterima dengan terima kasih, meski ia mengingatkan agar analogi pemerintahan sebagai tim sepak bola tidak disalahartikan. Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menegaskan bahwa kabinet ini bersifat nonpartisan, bekerja pro bono, dan mengadopsi konsep kabinet zaken—dengan 15 menteri yang ditunjuk berdasarkan keahlian, bukan representasi partai politik. Setiap menteri dalam Kabinet Bayangan menjadi penanggung jawab langsung terhadap menteri di kabinet pemerintah, dengan tugas mengkaji dan memberikan alternatif kebijakan berbasis bukti, bukan sekadar kritik umum.















