Sumbawanews.com,- Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul pagi, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat ini diduga kuat berasal dari pergerakan Sesar Naik Flores, sistem sesar naik yang memanjang dari dasar laut utara Pulau Flores hingga ke Lombok, Bali, dan Sumbawa. Analisis sementara oleh Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menunjukkan pola sebaran episentrum gempa utama dan susulan membentuk kluster paralel dengan jalur sesar tersebut, mengonfirmasi keterkaitan erat antara aktivitas gempa terkini dengan struktur geologis ini. Daryono menegaskan, semua aktivitas gempa signifikan di kawasan ini memiliki mekanisme sesar naik dengan kemiringan ke arah selatan, yang menjadi ciri khas Sesar Naik Flores.
Catatan sejarah menunjukkan, sesar ini telah memicu lima gempa kuat dan sebagian di antaranya menimbulkan tsunami di kawasan Bali hingga Nusa Tenggara. Gempa pertama yang tercatat terjadi pada 22 November 1815, berkekuatan M 7,0, yang memicu tsunami di Bali utara dan Lombok. Berikutnya, pada 28 November 1836, gempa M 7,5 menghantam Bima. Tiga tahun kemudian, pada 13 Mei 1857, gempa M 7,0 kembali mengguncang Bali dan Lombok dengan dampak tsunami. Pada 14 Juli 1976, gempa M 6,6 di Seririt, Bali, merusak 67.419 rumah dan menewaskan 559 orang—catatan yang lebih akurat karena sudah ada jaringan seismograf. Gempa paling dahsyat sebelum ini terjadi pada 12 Desember 1992, dengan kekuatan M 7,8 di Flores, yang menewaskan lebih dari 2.500 orang dan memicu tsunami besar.
Daryono memperingatkan bahwa ancaman gempa dan tsunami akibat Sesar Naik Flores bersifat permanen dan harus diwaspadai terus-menerus. Ia menekankan pentingnya strategi mitigasi yang serius, termasuk penerapan standar bangunan tahan gempa, karena tanpa upaya nyata, masyarakat akan terus menjadi korban setiap kali gempa kuat terjadi. Gempa terkini menjadi pengingat bahwa kawasan dari Bali hingga NTT berada di jalur risiko geologis yang aktif dan tak terhindarkan.















