Sumbawanews.com,- Komentator politik Amerika Serikat Tucker Carlson mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus mendesak Presiden Donald Trump untuk segera melancarkan serangan nuklir terhadap Iran. Menurut Carlson, desakan itu didasari kebutuhan Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaannya pasca-pemilu Israel, dengan menargetkan fasilitas nuklir Iran di Gunung Pickaxe, yang diyakini menyimpan uranium diperkaya hingga 60 persen. Carlson menyatakan bahwa bom konvensional dianggap tidak mampu menembus granit gunung tersebut, sehingga serangan nuklir dianggap satu-satunya solusi. Ia menambahkan bahwa Netanyahu diklaim menghubungi Trump setiap hari terkait rencana ini, meski tidak menyajikan bukti terverifikasi.
Carlson juga menyebut sejumlah pejabat pemerintahan Trump—Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Komandan CENTCOM Brad Cooper, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe—dikatakan mengikuti arahan Netanyahu terkait operasi militer terhadap Iran. Ia menambahkan bahwa mantan Presiden Barack Obama diklaim menentang upaya damai yang sedang dirundingkan di Doha, Qatar. Selain itu, Carlson menyatakan bahwa Netanyahu pernah terbang ke Abu Dhabi pada 27 September lalu untuk mencari dukungan Uni Emirat Arab, namun ditolak oleh pemimpin UEA. Ia menyimpulkan bahwa Netanyahu membutuhkan konflik militer untuk mempertahankan posisinya, menghindari kemungkinan penyelidikan hukum atau penjara jika kekuasaannya runtuh pasca-pemilu.















