Sumbawanews.com,- Serangan siber masif menargetkan sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis, menyebabkan suhu kulkas melonjak hingga 50°C, merusak stok makanan, dan memicu kebakaran di sejumlah gerai. Insiden yang terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026, melibatkan jaringan ritel besar seperti Intermarché, Cooperative U, Carrefour, Monoprix, dan E Leclerc, dengan lebih dari 300 gerai Intermarché dan 100 gerai Cooperative U terdampak. Pemerintah Prancis melalui Perdana Menteri Sébastien Lecornu telah menginstruksikan Badan Keamanan Siber Nasional (ANSSI) untuk menyelidiki serangan ini, yang diduga memanfaatkan kerentanan perangkat lunak dari perusahaan Denmark, Danfoss, pada sistem pendingin yang terhubung internet. Peretas berhasil memicu pencairan es secara paksa dari jarak jauh, membuat produk segar dan beku rusak hingga harus dibuang. CEO Intermarché menyebut kerugian bisa mencapai puluhan juta euro dalam satu hari, sementara otoritas memperingatkan risiko serupa bisa menyebar ke negara-negara Eropa lain seperti Spanyol, Portugal, dan Jerman. Analis keamanan siber memperingatkan bahwa serangan ini menjadi peringatan global terhadap kerentanan infrastruktur kritis yang terhubung daring.















