Sumbawanews.com,- Satu orang tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan penembakan beruntun yang terjadi di tiga titik berbeda di wilayah tengah Israel, Minggu (7/6). Insiden yang diduga sebagai aksi teror itu terpusat di sepanjang pembatas keamanan yang memisahkan Israel dari kota Qalqilya, Tepi Barat, memicu kepanikan dan respons keamanan massal dari otoritas setempat.
Menurut layanan ambulans Israel, korban tewas adalah seorang pria berusia 35 tahun yang mengalami luka tembak fatal. Dari lima korban luka yang dilarikan ke rumah sakit, dua di antaranya berada dalam kondisi kritis. Lokasi serangan mencakup sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Kokhav Ya’ir, serta dua titik lain di zona perbatasan yang menjadi titik rawan konflik.
Kepolisian Israel mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku berhasil “dinetralisir” di tempat kejadian, sementara satu tersangka lain telah ditangkap. Operasi pengejaran terhadap pelaku yang masih buron terus berlangsung, dengan pasukan kepolisian dalam jumlah besar dikerahkan untuk melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung menggelar rapat darurat bersama jajaran militer dan intelijen untuk mengevaluasi situasi keamanan. “Saya telah menilai kondisi terkini dan terus memantau respons operasional terhadap serangan mematikan ini,” tegas Netanyahu dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, kelompok militan Hamas mengeluarkan pernyataan yang memuji aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap pendudukan. Namun, hingga kini Hamas tidak secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab atas pelaksanaan serangan itu, mempertahankan ambiguitas strategis yang sering mereka gunakan dalam operasi semacam ini.
Laporan media lokal seperti Haaretz dan The Times of Israel menekankan bahwa serangan ini terjadi dalam konteks meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, di mana serangan serupa pernah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kepolisian Israel belum merilis identitas pelaku atau motif pasti di balik serangan ini, namun analis keamanan menduga kemungkinan keterkaitan dengan kelompok bersenjata lokal yang terinspirasi oleh ideologi radikal.
Pemerintah Israel kini memperketat pengawasan di perbatasan, sementara warga sipil di sekitar lokasi serangan diminta tetap berada di dalam rumah dan menghindari pergerakan tidak penting. Situasi tetap dinamis, dengan kemungkinan eskalasi lebih lanjut menjadi perhatian utama pihak berwenang.

















