Home Berita Internasional Pilot Air India Diberhentikan Usai Pesawat Melanggar Udara Pakistan

Pilot Air India Diberhentikan Usai Pesawat Melanggar Udara Pakistan

Sumbawanews.com,- Seorang pilot Air India diberhentikan sementara setelah pesawat Airbus A321 yang dikendalikannya secara tidak sengaja memasuki wilayah udara Pakistan pada Senin, 22 Juni 2026, dalam proses manuver go-around di dekat Bandara Amritsar. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan diplomatik antara India dan Pakistan yang telah memutuskan penutupan ruang udara bersama sejak April 2025.

Penerbangan AI479 dari Delhi menuju Amritsar awalnya mengalami keterlambatan pendaratan akibat pemeriksaan landasan pacu setelah terjadi bird strike pada penerbangan sebelumnya. Saat mencoba kembali mendekati bandara, pesawat melakukan manuver go-around—membatalkan pendaratan dan naik kembali ke udara—namun dalam prosesnya, pesawat terdeteksi masuk sejauh tiga mil ke wilayah udara Pakistan pukul 22.08 waktu setempat.

Otoritas penerbangan sipil India (DGCA) langsung mengonfirmasi insiden tersebut kepada otoritas Pakistan, meskipun tidak terjadi kontak fisik atau ancaman keamanan. Namun, pelanggaran wilayah udara yang dilarang sejak konflik militer empat hari pada 2025 dianggap serius. DGCA menyatakan bahwa selain pilot, seorang petugas pengatur lalu lintas udara di Amritsar juga dikenai sanksi disipliner karena gagal melaporkan penyimpangan navigasi.

Setelah kegagalan pendaratan, pesawat dengan sisa bahan bakar yang menipis dialihkan ke Delhi dan mendarat selamat pukul 23.27 waktu setempat. Penerbangan tersebut kemudian dijadwalkan ulang dan akhirnya tiba di Amritsar pada hari berikutnya.

Air India membenarkan insiden tersebut dan menyatakan sedang melakukan investigasi internal. Maskapai berjanji akan mengambil langkah tegas sesuai protokol keselamatan penerbangan dan kepatuhan terhadap batas wilayah udara internasional.

Insiden ini memicu kekhawatiran baru tentang koordinasi navigasi di kawasan yang rentan, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang masih menggantung. Para ahli penerbangan menekankan bahwa kesalahan manusia dalam sistem navigasi modern, meski jarang, tetap menjadi risiko kritis yang tidak bisa diabaikan—terutama di wilayah yang secara politik sensitif.

Pilot yang bersangkutan, yang belum diidentifikasi secara resmi, kini ditahan dari tugas sambil menunggu hasil investigasi lengkap dari DGCA dan Air India.

Previous articleFIFA Blokir Ezechiel N’Douassel Main untuk Timnas Indonesia, Meski Sudah WNI
Next articlePrabowo: Empat Kali Kalah Pemilu, Tapi Tak Pernah Mengganggu Pemerintah