Sumbawanews.com,- Pasukan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di sejumlah wilayah Tepi Barat pada Jumat hingga Sabtu, 23–24 Oktober 2026, menangkap puluhan warga Palestina dan menghancurkan bangunan di Hebron. Operasi ini dipicu oleh serangan terhadap tentara Israel di dekat permukiman Telem yang menewaskan dua prajurit, memicu perintah dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempersiapkan penutupan total wilayah tersebut. Pasukan Israel melakukan penggerebekan di Nablus, Jenin, Tubas, Qalqilya, Jericho, dan kamp pengungsi Aqabat Jabr, sambil menggeledah rumah-rumah penduduk dan mengepung lokasi yang diduga tempat bersembunyinya tersangka pelaku penembakan. Di Hebron, buldoser militer menghancurkan bangunan tiga lantai dan memaksa ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat.
Penutupan total Tepi Barat yang direncanakan akan menutup hampir 1.000 pos pemeriksaan dan gerbang akses, mengisolasi jutaan warga Palestina dari akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pengambilalihan kendali penuh atas wilayah tersebut, sementara Sekretaris Jenderal Partai Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, memperingatkan bahwa langkah-langkah ini akan mengubah setiap kota dan desa menjadi “penjara kecil” dan berpotensi memicu ledakan kekerasan. Serangan terhadap warga Palestina yang memanen zaitun, serta peningkatan aktivitas pemukim dan militer Israel, terus memperburuk ketegangan menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.















