Home Berita Internasional Iran Pimpin Percepatan Program Nuklir di Bawah Kepemimpinan Mojtaba Khamenei

Iran Pimpin Percepatan Program Nuklir di Bawah Kepemimpinan Mojtaba Khamenei

Sumbawanews.com,- Intelijen Amerika Serikat melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap pengembangan senjata nuklir dibandingkan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Israel pada 28 Februari 2026. Laporan rahasia yang diungkap pertama kali oleh *The New York Times* menyatakan Mojtaba tidak memiliki hambatan moral atau ideologis sebesar ayahnya dalam memutuskan memproduksi bom nuklir. Penilaian ini didasarkan pada percakapan yang disadap dan informasi yang dihimpun sebelum perang pecah, bukan temuan baru pasca-pengangkatannya. Kelompok pro-nuklir di dalam pemerintahan Iran kini memiliki pengaruh lebih besar, dengan argumen bahwa senjata nuklir diperlukan untuk pertahanan dari serangan masa depan.

Sejalan dengan itu, intelijen Israel dan AS mengungkap Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal nuklir serta persediaan uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen ke lokasi bawah tanah di Pickaxe Mountain, Natanz. Lokasi ini dilindungi secara ketat dan diyakini sulit dihancurkan melalui serangan udara. Iran belum mengizinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakses lokasi tersebut atau memberikan penjelasan rinci tentang aktivitas di sana. IAEA mencatat sejak 2021 Iran telah memberi tahu rencana penggunaan Pickaxe Mountain untuk kegiatan nuklir.

Jumlah uranium diperkaya 60 persen yang dimiliki Iran sebelum konflik terbaru diperkirakan mencapai 440,9 kilogram—cukup untuk menghasilkan bahan baku 10 senjata nuklir jika diperkaya hingga 90 persen. Namun, proses merakit senjata dan memasangnya pada rudal balistik masih memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Presiden Donald Trump menjadikan pembatasan program nuklir Iran sebagai syarat utama dalam kesepakatan perdamaian yang ditandatangani Juni 2026, tetapi kesepakatan itu kini dinyatakan tidak berlaku setelah pertempuran kembali meletus. AS dan Israel menyatakan serangan mereka bertujuan mencegah Iran memiliki kemampuan memproduksi senjata nuklir, sementara Iran memperkuat pertahanan di Pickaxe Mountain, termasuk menambah pasukan untuk menghadapi kemungkinan serangan komando AS.

Previous articleTimnas Indonesia Jadi Perhatian Serius Vietnam Usai Hancurkan Kamboja 5-1
Next articleAston Villa Tiba di Jakarta, Garnacho Siap Tampil di GBK Lawan Indonesia All Stars