Sumbawanews.com,- PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk bersama Huawei resmi meluncurkan EstaConnect 5G, solusi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) terpadu berbasis 5G SD-WAN yang ditujukan khusus untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Peluncuran dilakukan pada Kamis, 25 Juni 2026, di Shanghai, dalam rangka ajang MWC Shanghai 2026.
Teknologi 5G SD-WAN—yang menggabungkan kecepatan tinggi dan latensi rendah jaringan 5G dengan fleksibilitas pengelolaan lalu lintas data dari SD-WAN—menjadi tulang punggung solusi ini. Dengan kemampuan *network slicing*, sistem ini mampu membagi jalur komunikasi secara dinamis, memastikan kinerja stabil bahkan di lokasi yang sulit dijangkau jaringan kabel serat optik.
Tony Wijaya, Chief Enterprise Product Partnership & Biz Dev XLSmart, menjelaskan bahwa kebutuhan UMKM akan konektivitas yang andal, aman, dan terjangkau semakin mendesak. “Ini bukan sekadar akses internet, tapi infrastruktur digital yang mendukung operasional bisnis secara utuh,” ujarnya.
Solusi ini dirancang untuk menggantikan sistem berbasis kabel yang mahal dan rumit. Di toko ritel, restoran, atau usaha kecil lainnya, perangkat seperti CCTV berbasis AI, mesin kasir, sistem manajemen inventaris, hingga alat komunikasi internal kini bisa terhubung secara nirkabel dengan kualitas tinggi. “Harga lebih murah, pemasangan lebih cepat, dan tidak perlu izin lahan untuk penarikan kabel,” tambah Andrijanto Muljono, Director & Chief Enterprise & Strategic Relationship Officer XLSmart.
Riset mendalam selama dua tahun menjadi fondasi pengembangan produk ini. Tim XLSmart dan Huawei secara langsung mengunjungi pasar tradisional, kios-kios ritel, hingga usaha kuliner skala rumahan untuk memahami titik-titik kelemahan infrastruktur digital mereka. Hasilnya, solusi “konektivitas plus” yang tidak hanya menyediakan jaringan, tetapi juga integrasi layanan purnajual, dukungan teknis, dan fitur AI untuk memangkas biaya operasional serta meningkatkan efisiensi manajemen.
Patrick James Chang, CMO ICT Asia-Pacific Huawei, menekankan bahwa pendekatan ini berbeda dari solusi konvensional. “Kami tidak menjual teknologi, tapi transformasi bisnis. UMKM bukan lagi pengguna pasif—mereka menjadi mitra dalam membangun ekosistem digital yang inklusif.”
Di sisi lain, Huawei juga memperkenalkan arsitektur AI-centric Target Network di MWC Shanghai 2026, yang menjadi dasar pengembangan jaringan otonom level 4. Dengan fokus pada monetisasi berbasis lalu lintas data dan pengalaman pelanggan, perusahaan ini terus mendorong operator telekomunikasi untuk mengubah infrastruktur jaringan menjadi aset bisnis strategis.
Dukungan Huawei terhadap operator di Indonesia, termasuk XLSmart, menandai langkah signifikan dalam memperluas akses digital ke lapisan bawah ekonomi. Dengan solusi ini, UMKM tidak lagi terpinggirkan oleh keterbatasan infrastruktur—mereka kini memiliki akses setara terhadap teknologi yang sebelumnya hanya dinikmati perusahaan besar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional mendorong transformasi digital inklusif, sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis teknologi yang merata. Untuk pertama kalinya, UMKM di pelosok desa atau kawasan urban padat bisa menikmati konektivitas tingkat enterprise—tanpa biaya tinggi, tanpa kabel, tanpa hambatan.















