Sumbawanews.com,- Pada Sabtu dini hari WIB, 19 September 2026, Chelsea tumbang 0-3 dari Brentford dalam laga Liga Inggris, memperburuk krisis pertahanan mereka di bawah arahan Xabi Alonso. Hasil ini menjadikan Alonso sebagai manajer keenam dalam sejarah Premier League yang timnya kebobolan minimal dua gol dalam lima pertandingan pertamanya, dengan total 12 gol masuk dalam lima laga—setara dengan Slavisa Jokanovic dan menjadi rekor pertahanan terburuk di kompetisi hingga pekan ini. Gol pembuka Brentford, dicetak Jaidon Anthony, merupakan gol keenam Chelsea yang kebobolan dari situasi bola mati musim ini, rekor terbanyak di liga. Masalah ini bukan hanya akibat absennya Moises Caicedo, Marco Palestra, dan Reece James akibat cedera, tetapi juga kegagalan sistem tiga bek yang masih rapuh dalam transisi dan pertahanan set-piece.
Chelsea telah kebobolan 12 gol dalam lima laga pertama Alonso, menyamai rekor buruk Jokanovic dan hanya kalah dari Terry Connor (16 gol), serta Sammy Lee dan Scott Parker (masing-masing 13 gol). Gol ke gawang Chelsea dari bola mati terus meningkat, dengan enam kali terjadi sejauh ini—lebih banyak daripada tim mana pun di Premier League. Meski kehilangan tiga pemain kunci, analisis menunjukkan bahwa masalah pertahanan Chelsea jauh lebih dalam dari sekadar cedera. Sistem tiga bek yang diterapkan Alonso belum mampu menutup ruang kosong, dan organisasi defensif terus gagal menghadapi serangan lawan, baik dari situasi terbuka maupun set-piece.
Kekhawatiran ini bukan hal baru. Sejak awal 2026, Chelsea telah kebobolan 43 gol dalam 24 pertandingan Premier League—jumlah terbanyak di antara semua tim. Dari angka itu, 31 gol tercipta dalam 19 laga sebelum Alonso mengambil alih, menunjukkan bahwa akar masalah pertahanan sudah ada jauh sebelum pelatih asal Spanyol itu tiba. Performa lini depan yang sebelumnya mampu menutupi kelemahan belakang kini tak lagi cukup untuk menutupi kegagalan konsistensi bertahan. Alonso kini dihadapkan pada tantangan terberat: memperbaiki pertahanan yang runtuh sejak awal musim, tanpa waktu dan ruang untuk eksperimen.















