Sumbawanews.com,- Gelandang Persija Jakarta Witan Sulaeman tiba-tiba memamerkan dua tato sementara di kedua lengannya pada Rabu, 12 Agustus 2026, memicu perhatian luas di kalangan fans dan media. Pemain berusia 25 tahun itu, yang dikenal gaya sederhananya, tampil dengan tato berbentuk macan di lengan kanan—melingkari bisep—dan tato lebih besar di lengan kiri yang membentang memanjang. Tak ada penjelasan resmi dari Witan mengenai makna tato tersebut, namun kapten tim Rizky Ridho memberi komentar yang langsung viral: “Tatonya aja macan, apalagi hatinya.” Saat ditanya apakah tato itu permanen, Ridho menjawab: “Aman, Mas, itu Witan tatonya yang bisa untuk sholat, dua minggu hilang,” mengisyaratkan tato tersebut bersifat sementara dan akan menghilang dalam waktu singkat.
Perubahan penampilan Witan datang di tengah momentum baru karier bersama Persija, setelah kembali berkolaborasi dengan pelatih Shin Tae-yong—sosok yang sudah mengenalnya sejak era timnas U-19 hingga senior. Selama tiga musim terakhir, Witan kerap kesulitan menembus starting XI di bawah pelatih Carlos Pena dan Mauricio Souza, bahkan sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC di musim pertamanya. Kini, di bawah arahan Shin, ia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan: mencatat satu gol dan tiga assist dalam Piala Presiden 2026, membantu Persija finis di posisi tiga. Witan sendiri menyatakan kebanggaannya atas perkembangan tim meski masih dalam proses pemusatan latihan di Thailand, dengan skuad yang belum lengkap. “Ke depannya kami akan lengkap dan bisa fokus untuk Super League 2026/2027,” ujarnya.
Sementara itu, rekan satu timnya, Stjepan Loncar, mengungkap intensitas tinggi dalam program latihan di Thailand, menggambarkan sesi yang menguras tenaga meski menjadi bagian dari persiapan menuju liga utama. Dengan kombinasi strategi Shin Tae-yong, penampilan Witan yang kian menjanjikan, dan dinamika baru dalam tim, Persija tampak siap memasuki musim baru dengan semangat yang berbeda.















