Sumbawanews.com,- Mantan pemain Timnas Vietnam, Thach Bao Khanh, meyakini pelatih Kim Sang-sik mampu menghentikan langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, berkat kekuatan naturalisasi yang dimiliki timnya. Pernyataan itu muncul menjelang kick-off turnamen yang akan dimulai 24 Juli 2026, dengan laga pertama Indonesia melawan Kamboja pada 27 Juli di Stadion Pakansari, Bogor. Bao Khanh menilai, meski Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara semakin kuat berkat pemain naturalisasi berkaliber Eropa, Vietnam tetap memiliki modal strategis yang tak bisa diabaikan.
Vietnam, yang bertahan sebagai juara bertahan, kini mengandalkan keberagaman skuad yang dibangun di bawah arahan Kim Sang-sik. Pelatih asal Korea Selatan itu dinilai mampu memadukan pengalaman pemain lama dengan kecepatan dan teknik pemain naturalisasi, termasuk nama-nama seperti Nguyen Xuan Son yang telah menjadi ujung tombak tim. Di sisi lain, Timnas Indonesia juga tengah memperkuat lini serang dengan kehadiran Mitchell Baker, Jens Raven, dan Thom Haye yang baru resmi menjadi WNI, serta sejumlah pemain naturalisasi lain yang sedang dipertimbangkan untuk masuk daftar 23 pemain final.
Persaingan di Grup A Piala AFF 2026 diprediksi sengit, dengan Indonesia, Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste sama-sama berambisi menembus semifinal. Namun, Bao Khanh menekankan bahwa kunci keberhasilan Vietnam bukan hanya pada kualitas individu, melainkan pada ketajaman taktik dan kekompakan tim yang telah dibangun selama pemusatan latihan. Ia menegaskan, Vietnam tidak akan mengandalkan pola lama, tapi terus beradaptasi dengan dinamika sepak bola modern yang semakin dipengaruhi oleh keberadaan pemain keturunan dan naturalisasi.
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, terus mematangkan komposisi skuad di Bali United Training Center, dengan fokus pada keseimbangan antara pengalaman dan energi muda. Dari 50 pemain yang dipanggil, hanya 23 nama yang akan dipilih untuk tampil di turnamen, dan keputusan akhir masih menunggu konfirmasi menjelang laga pembuka. Meski demikian, kehadiran pemain naturalisasi baru seperti Mitchell Baker menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap bermain dengan gaya yang lebih modern dan agresif.















