Sumbawanews.com,- UEFA menegaskan akan tetap memboikot semua kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, karena menilai syarat-syarat pemulihan kepercayaan belum terpenuhi. Keputusan ini diambil meski Gianni Infantino, Presiden FIFA, telah meminta maaf atas usulan menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta dan mendapat dukungan sebagian pejabat senior setelah rapat darurat di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus 2026. UEFA menekankan bahwa dua syarat utama—penarikan kembali usulan tersebut dan jaminan permanen bahwa langkah serupa tidak akan diulang—belum diakui oleh FIFA. Dalam pernyataan resminya, UEFA menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino tetap berlaku, dan pengakuan kesalahan dari Infantino tidak mengubah posisi mereka.
Ketegangan antara UEFA dan FIFA bermula dari rencana Infantino untuk melepas sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada pihak swasta, sebuah langkah yang memicu kemarahan di kalangan asosiasi sepak bola Eropa. Banyak pihak, termasuk legenda sepak bola seperti Luis Figo, menyerukan pengunduran diri Infantino, terutama menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan yang diincarnya untuk keempat kalinya. Meski Infantino berhasil mempertahankan posisinya setelah rapat darurat di Maroko, UEFA menolak menganggap itu sebagai tanda rekonsiliasi. Badan yang mewakili 55 asosiasi sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa tanpa komitmen tertulis dan tindakan nyata dari FIFA, boikot akan berlanjut.
Pernyataan UEFA menekankan bahwa keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam ajang FIFA bukan sekadar respons emosional, melainkan hasil konsensus para anggota yang menganggap langkah Infantino membahayakan integritas permainan. Dengan Piala Dunia 2030 masih lebih dari empat tahun lagi, ketegangan ini berpotensi mengganggu koordinasi teknis, regulasi, dan partisipasi tim-tim Eropa. Sementara FIFA terus bergerak menjalankan agenda organisasi, UEFA memilih berdiri teguh pada prinsipnya: tanpa transparansi dan penghormatan terhadap nilai-nilai sepak bola, tidak ada ruang bagi kerja sama.















