Sumbawanews.com,- Jakarta — Turki akan menghadapi Amerika Serikat dalam laga penutup Grup D Piala Dunia 2026, Jumat, 26 Juni 2026, pukul 09.00 WIB, di Stadion Los Angeles, California. Pertandingan ini menjadi penutup perjalanan kedua tim di fase grup, meski dengan nasib yang jauh berbeda.
Bagi Turki, laga ini hanyalah formalitas. Pasukan Bintang Bulan Sabit sudah pasti tersingkir setelah kalah telak dari Australia (0-3) dan Paraguay (1-2) di dua laga sebelumnya. Kekalahan beruntun itu menghancurkan harapan mereka untuk melangkah ke babak 16 besar, meski sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim yang berpotensi mengejutkan.
Sementara itu, Amerika Serikat telah mengamankan tiket ke fase gugur sejak laga kedua, setelah menang meyakinkan 4-1 atas Paraguay dan 2-0 atas Australia. Dengan enam poin dan posisi teratas di klasemen Grup D, The Yanks tinggal menunggu lawan di babak 32 besar. Hasil laga melawan Turki tidak akan mengubah posisi mereka—baik dalam hal poin maupun peringkat—karena mereka unggul head-to-head atas kedua tim lain di grup.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Timnas AS untuk mengevaluasi skuat, memberikan menit bermain kepada pemain cadangan, dan menjaga ritme sebelum menghadapi tantangan lebih berat di babak gugur. Sementara Turki, yang diperkuat pemain muda berbakat seperti Can Uzun dan Kenan Yıldız, berharap bisa menutup turnamen dengan performa membanggakan, meski tanpa tekanan hasil.
Siaran langsung pertandingan ini dapat dinikmati penonton Indonesia melalui TVRI. Stadion Los Angeles, yang menjadi tuan rumah laga ini, diprediksi akan dipadati suporter AS, meski sejumlah penggemar Turki juga diprediksi hadir untuk mendukung tim Eropa yang pernah mencapai semifinal pada Piala Dunia 2002.
Dengan kemenangan atas Turki, AS akan menutup fase grup dengan catatan sempurna: tiga kemenangan, 10 gol dicetak, dan hanya satu kebobolan. Sementara Turki akan pulang dengan catatan buruk: tiga kekalahan, dua gol dicetak, dan delapan kebobolan—hasil terburuk di antara semua tim yang gagal lolos dari fase grup.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ia adalah simbol perbedaan perjalanan: satu tim yang bangkit sebagai kekuatan baru di kancah dunia, dan satu lagi yang harus kembali ke pangkuan kebanggaan masa lalu, menunggu waktu untuk bangkit kembali.















