Home Berita Olah Raga Trump Pasang Badan, Bela Infantino dari Ancaman Boikot Piala Dunia

Trump Pasang Badan, Bela Infantino dari Ancaman Boikot Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka membela Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah menghadapi tekanan hebat dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia atas rencana investasi swasta di kompetisi FIFA. Dalam unggahan di akun Truth Social pada Senin, Trump menegaskan bahwa penggantian Infantino akan menjadi “kesalahan besar” bagi FIFA, menilai kepemimpinannya telah membawa Piala Dunia ke level keberhasilan dan keuntungan yang belum pernah tercapai sebelumnya. Ia memperingatkan bahwa jika Infantino pergi, ajang sepak bola terbesar di dunia itu tidak akan pernah lagi mencapai kesuksesan yang sama.

Infantino menjadi sasaran kritik tajam dari UEFA, CONCACAF, dan AFC setelah mengusulkan rencana membuka aset dan kompetisi FIFA—termasuk Piala Dunia—untuk investasi swasta. Ketiga konfederasi itu mengecam kebijakan itu sebagai kesepakatan rahasia yang tidak transparan, bahkan menuduh adanya pengkhianatan terhadap kepercayaan yang diberikan kepada pimpinan FIFA. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan sepak bola global adalah hasil kerja kolektif, bukan prestasi satu individu. Ancaman boikot turnamen FIFA oleh UEFA turut menjadi faktor kunci yang mendorong Infantino menarik kembali rencana tersebut.

Meski demikian, Infantino masih mendapat dukungan kuat dari sejumlah pihak. Para direktur senior FIFA mendukungnya dalam pertemuan darurat di Maroko pekan lalu, sementara Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan CONMEBOL juga tercatat tetap berada di belakangnya. Beberapa asosiasi anggota, termasuk Meksiko, Kuwait, dan Qatar, juga menyatakan kesetiaan kepada Infantino. Pria asal Swiss berusia 56 tahun itu diperkirakan akan maju lagi sebagai kandidat presiden FIFA untuk periode keempatnya pada Kongres FIFA Maret 2027, dengan batas akhir pendaftaran pada 18 November 2026.

Hubungan pribadi Trump dan Infantino pun menjadi sorotan. Keduanya sering terlihat bersama di acara-acara besar sepak bola, termasuk final Piala Dunia. Infantino sebelumnya pernah memberikan “Penghargaan Perdamaian FIFA” kepada Trump, memperkuat ikatan personal di tengah ketegangan struktural di tubuh FIFA. Namun, dukungan politik dari Trump kini berhadapan langsung dengan gelombang penolakan dari kekuatan utama sepak bola internasional yang menuntut tata kelola lebih demokratis dan transparan.

Sementara nama Victor Montagliani dari CONCACAF mulai disebut sebagai calon potensial, peluang Infantino untuk kembali terpilih masih terbuka lebar—terutama mengingat sistem pemilihan FIFA yang mengandalkan suara masing-masing asosiasi anggota, bukan suara konfederasi. Namun, tekanan dari UEFA dan sekutunya menunjukkan bahwa perjuangan Infantino untuk mempertahankan kursinya bukan sekadar urusan administratif, melainkan ujian legitimasi kepemimpinan di era baru sepak bola global.

Previous articleTaiwan Tawarkan Solusi Teknologi dan AI untuk Pasar Indonesia
Next articleKPK Periksa Istri John Field Terkait Pengembangan Kasus Bea Cukai