Home Berita Internasional Trump Minta Pemilih Bayangkan Namanya di Surat Suara, Strategi Berisiko Tinggi

Trump Minta Pemilih Bayangkan Namanya di Surat Suara, Strategi Berisiko Tinggi

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta para pendukungnya membayangkan namanya tercantum dalam surat suara pada pemilu paruh waktu 3 November 2026, meskipun ia tidak menjadi kandidat. Dalam wawancara dengan Fox News yang tayang pada 26 Agustus 2026, Trump menyerukan agar pemilih tetap datang ke TPS dengan menganggap dirinya sebagai bagian dari proses pemilihan. Ia mengakui bahwa basis pendukungnya cenderung tidak memilih jika ia tidak muncul sebagai kandidat, dan strategi ini ia anggap penting untuk mempertahankan kekuatan Partai Republik di Kongres.

Seruan ini bukan yang pertama kali ia sampaikan. Sebelumnya, pada 21 Agustus di Myrtle Beach, South Carolina, Trump juga secara terbuka meminta massa untuk “berpura-pura” bahwa ia ada di surat suara. Namun, upaya mengubah pemilu sela menjadi referendum tak langsung terhadap dirinya justru berpotensi menjadi bumerang. Jajak pendapat Reuters/Ipsos pada 21–24 Agustus menunjukkan tingkat penerimaan publik terhadap Trump hanya 33 persen—setara dengan titik terendah selama masa kepresidenannya. Ketidakpuasan tidak lagi terbatas pada isu partisan, melainkan semakin mengarah pada ekonomi dan kebijakan luar negeri.

Harga bensin di AS kini melampaui 4 dolar per galon, naik lebih dari satu dolar dibanding setahun lalu, akibat gangguan di jalur energi Teluk, khususnya Selat Hormuz. Perang AS melawan Iran, yang telah berlangsung enam bulan, semakin kehilangan dukungan publik, dengan hanya 31 persen warga Amerika yang mendukung operasi militer itu—turun dari 37 persen pada Maret. Bahkan di kalangan pemilih Republik, dukungan terhadap perang ini juga menurun. Sebanyak 83 persen responden memperkirakan konflik ini akan berkepanjangan, bertolak belakang dengan harapan awal bahwa operasi itu akan cepat selesai. Tekanan politik pun semakin meningkat, terutama menjelang pemilu November, ketika Partai Republik berusaha mempertahankan mayoritas di Kongres sambil menghadapi kenaikan biaya hidup yang dihubungkan langsung dengan kebijakan luar negeri pemerintah.

Previous articleJakmania Boikot Laga Uji Coba Persija, Protes Kenaikan Harga Tiket
Next articleAjax Pastikan Tiket ke Liga Conference 2026/2027 lewat Kemenangan Dramatis 5-3 atas Sion