Home Berita Olah Raga Tottenham Terpuruk di Dasar Klasemen, Investasi Rp7,7 Triliun Belum Menunjukkan Hasil

Tottenham Terpuruk di Dasar Klasemen, Investasi Rp7,7 Triliun Belum Menunjukkan Hasil

Sumbawanews.com,- Tottenham Hotspur mengawali musim Liga Inggris 2026/2027 dengan dua kekalahan telak tanpa mencetak satu gol pun, membuat mereka terperosok di posisi terbawah klasemen sementara. Dalam dua laga pertama, The Lilywhites dikalahkan Brentford 0-3 di luar kandang, lalu kembali tumbang 0-2 dari Newcastle United di White Hart Lane, dengan total lima gol kebobolan dan belum mampu menembus gawang lawan. Kegagalan ini memperburuk tekanan terhadap pelatih Roberto De Zerbi, yang dihadapkan pada tuntutan nyata setelah manajemen menggelontorkan dana fantastis hingga 322 juta poundsterling (Rp7,7 triliun) di bursa transfer musim panas.

Investasi besar itu mencakup empat pemain baru dengan nilai transfer masuk daftar termahal Liga Inggris: Sandro Tonali (peringkat ketiga), Mateus Fernandes (keempat), Savio (keenam), dan Jan Paul van Hecke (ke-11). Selain itu, Tottenham juga mendatangkan Omar Marmoush lewat pinjaman, serta menambahkan pengalaman lewat pemain gratis seperti Martin Dubravka, Andy Robertson, dan Marcos Senesi. Namun, hingga pekan kedua, belum ada tanda-tanda kekompakan tim atau perubahan signifikan dalam permainan. Para pemain baru seolah belum mampu beradaptasi dengan sistem permainan De Zerbi, dan serangan Tottenham terlihat kaku, kehilangan ritme, serta tak punya ancaman nyata di depan gawang.

Musim lalu, Tottenham baru bisa bertahan di Premier League setelah pertandingan terakhir pekan ke-38. Kegagalan itu memicu perombakan total, tetapi kini, hasil awal yang suram justru mengancam proyek besar tersebut sebelum sempat berkembang. Dengan dua kekalahan beruntun dan tanpa gol, Tottenham menjadi satu-satunya tim di liga yang belum mencetak satu pun gol musim ini. Di bawah tekanan manajemen dan suporter, De Zerbi kini dihadapkan pada ujian paling awal: menyatukan tim mahal menjadi tim yang berfungsi, atau menghadapi risiko kegagalan besar sejak awal musim.

Previous articleIran Balas Serangan AS dengan Serangan Rudal ke Pangkalan Militer di Yordania
Next articleLayanan KRL Stasiun Karet Dialihkan Sementara ke BNI City