Sumbawanews.com,- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (15/6/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan bantuan perbaikan rumah tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Dalam peninjauan yang juga dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Tito memeriksa kondisi rumah warga penerima bantuan, mengecek material yang digunakan, serta berdialog langsung dengan keluarga yang selama puluhan tahun tinggal di rumah tak layak. Ia menuturkan, program BSPS kini mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah penerima dibanding tahun-tahun sebelumnya, membuktikan komitmen pemerintah pusat dalam menjangkau lapisan masyarakat paling rentan.
“Kita sudah beberapa kali turun ke lapangan bersama Pak Ara dan Ibu Wini. Ini bukan sekadar simbolis—ini bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujar Tito.
Ia menekankan, untuk memperluas dampak program, pihaknya akan mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar menyalurkan dukungan tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah-rumah tak layak yang belum tersentuh bantuan nasional.
Tito mengungkapkan, salah satu kisah yang menggugah saat meninjau Jakarta Timur: seorang warga yang tinggal di rumah yang sama selama 50 tahun tanpa pernah mendapat perbaikan dari pemerintah. “Ini adalah terobosan luar biasa dari Bapak Presiden yang dieksekusi dengan serius oleh Pak Ara, dan Kemendagri akan mendukung sepenuhnya,” katanya.
Selain dialog langsung dengan penerima bantuan di lokasi, kegiatan juga menyertakan sesi virtual dengan sejumlah keluarga penerima di wilayah lain di Jakarta. Hadir pula Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Anggota DPRD DKI Rani Mauliani, serta sejumlah pejabat tinggi kementerian dan lembaga terkait.
Dalam kesempatan itu, dilakukan peluncuran simbolis pelaksanaan BSPS di DKI Jakarta, menandai perluasan upaya penanganan perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini bukan sekadar perbaikan atap atau dinding—tapi bagian dari upaya sistematis membangun keadilan sosial dari akar rumput.

















