Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan menurunkan skuad terbaiknya dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 Premier Division, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, mulai 21 September hingga 3 Oktober 2026. Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang menegaskan bahwa keikutsertaan dalam turnamen ini didukung oleh kalender FIFA Matchday, memungkinkan para pemain top dari klub-klub domestik dan luar negeri untuk dilepas tanpa hambatan. “Kita melihat yang unik dari FIFA ASEAN ini dimasukkan menjadi kalender FIFA Matchday… pasti semua pemain terbaik Indonesia bisa hadir, dan kita harapkan prestasinya bisa maksimal,” ujar Thohir dalam keterangan pers pada 11 Agustus 2026.
Dalam drawing yang diumumkan pada 31 Juli 2026, Timnas Indonesia ditempatkan di Grup A bersama Malaysia, India, dan Singapura, dengan seluruh laga grup dimainkan di SUGBK. Sementara itu, Grup B diisi oleh Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan, yang seluruh pertandingannya digelar di Bandung. Juara masing-masing grup berhak melangkah ke final, yang rencananya akan menjadi puncak persaingan sengit di ajang bergengsi baru di Asia Tenggara ini.
Meski Singapura tampak enggan memberi perhatian serius terhadap turnamen ini—menganggap Piala AFF sebagai satu-satunya kompetisi berstatus tradisi di kawasan—Timnas Indonesia justru menjadikan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai momentum balas dendam setelah ditahan imbang 0-0 dalam laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Kallang. Pengamat sepak bola Haris Pardede sempat memperingatkan masyarakat Singapura untuk tidak meremehkan kekuatan Indonesia di ajang ini, namun respons dari warga Singapura tetap dingin. “Kami tidak peduli (dengan FIFA ASEAN Cup 2026). Bagi kami, Piala AFF adalah tradisi,” ujar seorang warga Singapura yang dikutip Okezone dari channel YouTube Haris Pardede.
Kehadiran pemain naturalisasi seperti Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Ole Romeny di skuad Indonesia menjadi faktor penentu yang memperbesar peluang tim meraih gelar pertamanya di ajang ini. Dengan dukungan penuh dari PSSI dan jadwal yang memungkinkan kehadiran pemain inti, Timnas Indonesia siap menunjukkan perubahan signifikan setelah kegagalan di Piala AFF 2026.















