Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal meraih gelar juara Piala AFF 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (7/8). Hasil itu mengunci posisi Indonesia di peringkat tiga Grup A, di belakang Vietnam dan Singapura, mengubur asa untuk menyabet trofi regional untuk kesekian kalinya. Pelatih John Herdman langsung mengalihkan fokus ke agenda berikutnya: FIFA ASEAN Cup 2026, yang ia sebut sebagai kesempatan emas untuk menebus kegagalan ini.
Herdman menilai pengalaman berat di Piala AFF—mulai dari tekanan pertandingan hingga keputusan wasit yang kontroversial—justru menjadi bahan pembelajaran penting bagi skuad Garuda. Ia menekankan pentingnya pengendalian emosi dan konsistensi dalam menghadapi situasi sulit, yang menurutnya sudah mulai tertanam dalam pola permainan tim. Dari sisi taktis, ia memuji identitas permainan yang mulai terbentuk: pressing tinggi, dominasi penguasaan bola, dan kerja sama tim yang solid meski bermain tandang.
Kehadiran pemain-pemain berbasis Eropa seperti Kevin Diks dan Jay Idzes menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas tim. Herdman meyakini kehadiran mereka akan menambah daya ledak dan kedalaman skuad, sekaligus memperkuat fondasi yang sudah dibangun. “Ini kesempatan kita selanjutnya setelah melewatkan peluang di sini,” ujarnya dalam konferensi pers pasca-laga.
Meski tak meraih trofi, Herdman menegaskan bahwa proses pembangunan tim sedang berjalan sesuai rencana. Ia yakin budaya bermain yang berani, disiplin, dan saling mendukung akan menjadi dasar kuat untuk meraih gelar di masa depan—terutama di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang menjadi target utama berikutnya.















