Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura dalam laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026). Hasil itu membuat Indonesia finis di posisi ketiga grup, tersingkir sebelum tahap gugur, sementara Vietnam dan Singapura melaju ke babak selanjutnya. Kegagalan ini menjadi yang kedua berturut-turut bagi Timnas di fase grup, menyusul kegagalan serupa di Piala AFF 2024. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi secara terbuka meminta maaf kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia atas hasil yang tidak memuaskan.
Yunus Nusi menegaskan bahwa tanggung jawab atas kegagalan ini berada di tangan federasi, bukan para pemain atau pelatih. Ia menyerukan agar kritik ditujukan kepada PSSI atau Ketua Umum Erick Thohir, bukan kepada skuad yang telah berjuang habis-habisan. “Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa para pemain tetap menjadi aset penting untuk masa depan sepak bola Indonesia, dan masih menyimpan potensi besar untuk membawa prestasi yang lebih tinggi.
Kegagalan ini menjadi evaluasi mendalam bagi PSSI, terutama menyusul kritik dari media internasional yang menyebut Timnas Indonesia sebagai tim termahal namun tersingkir cepat. Dengan kembali terhenti di fase grup, harapan publik untuk melihat Timnas Indonesia bangkit di kancah Asia Tenggara kembali menghadapi ujian berat. PSSI berjanji akan melakukan kajian menyeluruh untuk memperbaiki sistem dan strategi jangka panjang.















