Sumbawanews.com,- Edwin van der Sar, legenda kiper Timnas Belanda dan mantan penjaga gawang Manchester United, mendoakan agar Timnas Indonesia segera mewujudkan mimpi menembus Piala Dunia. Kunjungannya ke Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026, bukan sekadar silaturahmi—ia datang untuk menghadiri coaching clinic yang diselenggarakan FC Mobile, sekaligus menyaksikan langsung bakat-bakat muda Indonesia yang sedang diasah oleh dua legenda Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu dan Rachmat Afandi.
Ini adalah kali ketiga van der Sar menginjakkan kaki di Tanah Air, dan setiap kunjungannya selalu diwarnai sambutan hangat dari para penggemar. “Ini ketiga kalinya saya di sini. Saya ingin berterima kasih kepada FC Mobile, para orang tua yang datang menonton, dan semua pendukung yang memadati acara ini,” ujarnya kepada awak media, tanpa mengubah sedikit pun makna pernyataannya.
Van der Sar, yang pernah memimpin Ajax Amsterdam dan Fulham ke puncak eropa, mengakui bahwa kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepakbola adalah aset tak ternilai. “Potensi ada. Semangat anak-anak muda di sini luar biasa. Fondasi yang kuat dibangun dari usia dini, dan saya melihat itu di sini,” katanya sambil memperhatikan latihan teknik dan kedisiplinan para pemain muda.
Ia juga menaruh perhatian khusus pada konteks Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung, yang menurutnya telah membangkitkan gelombang antusiasme baru di kalangan pemula. “Lihatlah bagaimana atmosfernya. Piala Dunia bukan lagi hanya milik negara besar. Cape Verde saja bisa tembus fase gugur—mengapa tidak Indonesia suatu hari nanti?”
Dengan nada optimis, van der Sar menekankan bahwa dukungan publik, tata kelola yang konsisten, dan investasi di akademi pemuda adalah kunci utama. “Jangan hanya menunggu hasil besar. Bangun sistemnya, dan mimpi itu akan datang sendiri.”
Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa harapan Indonesia untuk tampil di ajang tertinggi sepakbola dunia kini mulai didengar bahkan oleh para legenda global. Di tengah upaya naturalisasi pemain keturunan dan perbaikan struktur kepelatihan, doa van der Sar bukan sekadar simbolis—ia adalah cambuk semangat bagi generasi muda yang bermimpi membawa Merah-Putih berlaga di panggung dunia.















