Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura dalam laga penentuan babak semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Kallang, pada Jumat (7/8/2026) malam WIB. Pelatih John Herdman menegaskan bahwa kemenangan mutlak diperlukan untuk melangkah ke tahap selanjutnya, namun tujuan utamanya bukan sekadar lolos—melainkan menguji ketahanan dan kualitas pemain domestik yang bersaing di Liga 1. Dengan Mitchell Baker menjadi satu-satunya pemain naturalisasi yang tampil, sementara Marselino Ferdinan cedera dan Justin Hubner tak dipanggil, turnamen ini menjadi ujian nyata bagi bakat lokal. Herdman menyebut timnya telah berlatih selama 33 hari untuk membangun identitas taktis dan kekompakan, menjadikan Piala AFF sebagai batu uji strategis menuju Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2027.
Meski belum pernah meraih gelar juara dalam sejarah keikutsertaannya, Timnas Indonesia berambisi menjadi generasi pertama yang membawa pulang trofi Piala AFF. Herdman secara terbuka mengakui bahwa kegagalan di laga ini akan sangat menyakitkan, karena kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat. “Kami adalah tim yang sedang terluka, tetapi juga sangat lapar. Besok kami tidak akan main-main,” tegasnya dalam konferensi pers. Di balik tekanan untuk menang, ia menanamkan pesan berkelanjutan: menjadi pelopor sejarah, bukan sekadar peserta.
Singapura, yang hingga kini belum terkalahkan di turnamen ini, menjadi tantangan berat. Mereka mampu menahan imbang Vietnam tanpa kebobolan, sementara Timnas Indonesia kalah 0-3 dari tim yang sama di Pakansari. Kekalahan itu memperdalam tekanan pada Herdman, namun ia menolak menjadikan hasil sebelumnya sebagai ukuran. Fokusnya tetap pada pembangunan jangka panjang—menggabungkan ambisi juara dengan misi jangka panjang: membangun fondasi tim nasional yang mandiri, berbasis pemain lokal, dan siap bersaing di level Asia. Laga besok bukan hanya soal tiga poin, tapi soal identitas.















