Sumbawanews.com,- Marc-Andre ter Stegen membuat debut memukau bersama Ajax Amsterdam pada pekan pertama Eredivisie 2026/2027, Minggu, 9 Agustus 2026, dengan membawa tim meraih kemenangan 2-0 atas PEC Zwolle. Kiper berusia 34 tahun itu menjadi starter menggantikan Maarten Paes, menorehkan dua penyelamatan dan clean sheet pertamanya di ajang liga Belanda, serta mendapat rating 7,5 dari FotMob—peringkat ketiga tertinggi di lapangan. Keputusan pelatih Michel untuk memilih Ter Stegen bukan karena performa Paes menurun, melainkan kepercayaan penuh terhadap pengalaman dan kemampuan distribusi bola sang kiper asal Jerman yang dinilai selaras dengan filosofi permainan Ajax.
Ter Stegen, mantan kiper Barcelona yang memperkuat tim itu selama lebih dari satu dekade dengan lebih dari 400 penampilan dan tujuh gelar Liga Spanyol, langsung menunjukkan kelasnya. Ia tidak hanya solid dalam menahan serangan, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam membangun serangan dari belakang. Pengamat sekaligus legenda Belanda, Kenneth Perez, memuji ketenangan dan kecerdasan teknisnya, bahkan menyebut Ter Stegen sebagai salah satu kiper terbaik di Belanda dalam hal distribusi bola—hanya kalah dari Ronald Koeman Jr. Sementara itu, Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang sebelumnya tampil impresif dalam laga melawan NEC Nijmegen pada Februari 2026 dengan tujuh penyelamatan dan rating 7,8, tetap mendapat apresiasi dari Michel. “Maarten punya pekerjaan brilian sepanjang bulan ini. Dia bermain sangat baik. Tetapi saya sangat percaya diri dengan Marc,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Persaingan di posisi penjaga gawang Ajax kini semakin panas. Ter Stegen membuka musim dengan kemenangan dan clean sheet, sementara Paes harus menunggu kesempatan berikutnya—yang masih terbuka lebar, terutama saat Ajax menghadapi Shelbourne dalam leg kedua kualifikasi UEFA Conference League pada 14 Agustus 2026. Debut keduanya di Ajax pun mencerminkan dua sisi berbeda: Paes tampil sebagai penyelamat di laga yang penuh tekanan, sementara Ter Stegen tampil sebagai penentu kemenangan dalam pertandingan yang lebih terkendali. Keduanya membuktikan kualitasnya, tapi hanya satu yang bisa memulai laga—dan kini, nama Ter Stegen telah menjadi pilihan utama.















