Sumbawanews.com,- Ketua Umum PP Tapak Suci, Muhammad Afnan Hadikusumo, menegaskan bahwa Tapak Suci bukan sekadar perguruan bela diri, melainkan wadah strategis untuk membangun integritas dan karakter masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke-16 yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, pada Sabtu, 8 September. Acara yang mengusung tema “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia” dihadiri lebih dari 11.000 anggota dari dalam dan luar negeri, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan Muhammadiyah.
Afnan menekankan, ciri khas Tapak Suci terletak pada praktik pencak silat yang bebas dari unsur syirik, dengan fokus utama pada pengembangan fisik dan moral. “Kami ingin menekankan bahwa tapak suci itu bukan saja sebagai perguruan bela diri, tetapi juga ajang untuk menebalkan integritas dan karakter bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan bahwa penganugerahan gelar Anggota Kehormatan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujen Pramesti, didasarkan pada kesamaan semangat membela bangsa dan negara. “Anugerah kehormatan untuk Kapolri dan walikota Semarang itu disahkan pada satu bahwa kesamaan spirit atau jiwa dalam membela bangsa dan negara. Di mana baik Polri maupun Tapak Suci ingin membela dan terus membela masyarakat dengan menjunjung tinggi hal-hal yang benar kemudian membela yang lemah,” kata Haedar.
Hingga kini, Tapak Suci telah menyebar di 36 provinsi di Indonesia dan 24 negara di seluruh dunia, menjadi salah satu gerakan bela diri berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang paling luas jangkauannya.















