Sumbawanews.com,- Surat-surat pribadi Natalie Harp, asisten khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang ditulis pada 2023, telah dipublikasikan secara lengkap dan memperlihatkan kedekatan emosional yang tidak biasa antara keduanya. Dalam surat itu, Harp menyebut Trump sebagai “segalanya” baginya, meminta maaf atas kesalahan kecil selama perjalanan dinas, hingga mengaku merindukan waktu-waktu ketika Trump meneleponnya bukan sebagai staf, tapi sebagai teman bicara. Surat tersebut, yang dicetak dan dilipat, berisi curahan hati tentang kelelahan, rasa tidak layak, dan ketakutan kehilangan penghargaan Trump, serta mengungkap perannya sebagai “Human Printer” yang mencetak laporan positif untuk sang presiden.
Harp, yang saat ini menjabat sebagai asisten eksekutif di Gedung Putih dengan gaji US$150.000 per tahun, menjadi sorotan setelah terungkap ia menolak menjalani pemeriksaan latar belakang keamanan selama setahun dan memiliki akses langsung ke akun media sosial Trump di Truth Social. Ia juga terlibat dalam perjalanan rahasia Trump ke Turki pada 2026, ketika presiden meninggalkan Air Force One menggunakan truk katering, sementara staf dan wartawan tetap di pesawat sebagai pengalih perhatian. Surat-surat itu pertama kali muncul dalam buku “All or Nothing” karya Michael Wolff, yang memperoleh salinannya dari staf kampanye Trump yang khawatir atas pengaruh Harp yang semakin besar tanpa dasar pengalaman profesional yang jelas.
Dalam suratnya, Harp menggambarkan momen-momen pribadi selama perjalanan ke Skotlandia dan Irlandia, termasuk kepanikan saat kehilangan paspor di luar Bea Cukai, rasa bersalah karena berjalan kaki di lapangan golf alih-alih menggunakan mobil golf, dan keinginannya untuk bisa sekadar “berbicara dengan Trump dan tampil cantik” seperti perempuan lain yang menurutnya hanya menjalani “pekerjaan” itu. Ia bahkan menyebut kematian ayahnya pada 2020 sebagai momen yang mengikatnya lebih dalam pada Trump, mengingat janji yang pernah disampaikan presiden kepadanya setelah kehilangan sang ayah. Tanda tangan di surat-surat itu dibubuhkan dengan spidol Sharpie, dan beberapa di antaranya ditutup dengan kalimat “Dengan sepenuh hati saya, Natalie” atau “Always, Natalie.”
Gedung Putih membela Harp sebagai ajudan paling loyal dan pekerja keras, menyalahkan media atas upaya “mengulang narasi liberal yang terobsesi pada Trump.” Sementara itu, mantan penasihat senior Barack Obama, David Axelrod, menyebut kedekatan ini sebagai masalah serius bagi keamanan nasional. Kritik juga datang dari Senator Jon Ossoff yang menyindir Trump hanya memikirkan “bepergian bersama Natalie,” pernyataan yang memicu kemarahan pendukung MAGA. Wolff mengatakan surat-surat itu berasal dari sumber tepercaya dalam tim kampanye, dan tidak ada keraguan akan keasliannya. Tidak ada tanggapan resmi dari Harp atas publikasi ini.















