Sumbawanews.com,- Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak dini hari tadi memicu genangan di 16 titik berbeda, mengganggu aktivitas warga dan memicu respons cepat dari petugas darurat. Sebagian besar genangan sudah surut hingga siang, tetapi empat lokasi masih terendam air hingga ketinggian hingga 60 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menjelaskan bahwa banjir pertama tercatat pukul 02.34 WIB di kawasan Benowo, diikuti oleh luapan air di berbagai kecamatan seperti Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonokromo, Sukomanunggal, Tegalsari, Gubeng, Rungkut, Wiyung, hingga Gunung Anyar. Titik terparah berada di Jalan Simo Kalangan, Sukomanunggal, di mana air mencapai 60 sentimeter. Lokasi lain yang masih tergenang hingga pukul 11.00 WIB adalah Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo, dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter.
Di beberapa titik, genangan bahkan menghambat akses ke fasilitas publik, termasuk sekitar RSIA Kendangsari. Warga di kawasan Nginden Intan Timur melaporkan bahwa air tiba-tiba meluap lebih tinggi dari pagi tadi. “Tadi pagi enggak setinggi ini,” kata Wisnu Priyo (32), salah satu warga yang terpaksa menghindari genangan sambil menyaksikan anak-anak bermain di tengah air yang mengalir deras.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga merenggut empat pohon besar di empat lokasi berbeda: Jalan Diponegoro Tegalsari, Jalan T.A.I.S. Nasution Genteng, Jalan Pagesangan Agung Baru Jambangan, dan Jalan Wiguna II Gunung Anyar. Jenis pohon yang tumbang bervariasi, mulai dari tabebuya, nangka, sengon, hingga trembesi, dengan tinggi antara 5 hingga 20 meter. Semua pohon telah ditangani oleh tim gabungan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup.
Satu rumah di Jalan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, juga mengalami kerusakan atap akibat hujan dan angin kencang. Laporan masuk pukul 05.51 WIB, menimpa kamar tidur dan ruang tamu depan. Lima anggota keluarga terdampak, namun tidak ada korban jiwa atau luka. Petugas segera mengamankan area dan memberikan bantuan darurat. Namun, karena rangka atap sudah lapuk, pemasangan terpal tidak memungkinkan. Penghuni kini bertahan di bagian belakang rumah, sementara pihak kelurahan sedang memproses permohonan perbaikan melalui program rutilahu.
Linda menambahkan, banjir kali ini dipicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung sejak dini hari, dan diperparah oleh pasang air laut yang menghambat proses pemompaan ke laut. Tim dari BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) terus melakukan penyedotan air dan pemantauan real-time di semua titik genangan.
Sehari sebelumnya, Surabaya juga sempat diterjang banjir di 17 titik akibat hujan yang sama. Kondisi ini menjadi bukti nyata kerentanan infrastruktur drainase kota terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Pemerintah kota terus mendorong perbaikan jangka panjang, sementara respons darurat tetap menjadi prioritas utama.















