Home Serba Serbi Tekno Strategi Baru Pemerintah Babat Blankspot Internet dengan Teknologi Hybrid

Strategi Baru Pemerintah Babat Blankspot Internet dengan Teknologi Hybrid

Sumbawanews.com,- Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengubah pendekatan dalam memperluas akses internet di wilayah terpencil, dengan menggabungkan berbagai teknologi—mulai dari fiber optik, satelit, hingga VSAT—bukan hanya mengandalkan menara BTS. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan, strategi ini dirancang secara fleksibel sesuai kondisi geografis setiap daerah, terutama di wilayah dengan medan ekstrem yang sulit dijangkau infrastruktur konvensional. “Kami coba petakan mana yang prioritas. Mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, bisa lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain,” ujarnya, dikutip dari Antara, Rabu (5/8/2026).

Pemetaan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan program ini, terutama di Kalimantan Timur yang meski telah mencapai cakupan internet 95,5 persen, masih menyisakan 269 titik blankspot dari total 841 desa. Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ririn Sari Dewi, mengaku telah mengadopsi pendekatan hybrid dengan memadukan fiber optik, satelit, dan VSAT untuk memastikan layanan internet di tingkat desa lebih efisien dan tepat guna. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BAKTI, dan operator seluler menjadi modal utama mengatasi keterbatasan anggaran dan mempercepat penetrasi sinyal di daerah terisolasi.

Previous articleHarapan Warga Kampung Sesor untuk Satgas TMMD Ke-129: Semoga Pengabdian TNI Terus Hadir Membangun Negeri
Next articlePersib ke Final, Igor Tolic Kritik Jadwal yang “Tak Manusiawi”