Sumbawanews.com,- Rabu, 15 Juli 2026, di Stadion Dallas, Amerika Serikat, gelandang Timnas Spanyol Rodri, pemenang Ballon d’Or 2024, menyampaikan kekecewaan tajam terhadap wasit Ivan Barton usai laga semifinal melawan Prancis yang berakhir 2-0. Meski Spanyol berhasil melangkah ke final Piala Dunia 2026, Rodri menilai perlindungan terhadap pemain muda Lamine Yamal sangat minim, dengan sejumlah pelanggaran berulang yang diabaikan wasit.
Rodri menegaskan bahwa Yamal, yang berusia 19 tahun, menjadi sasaran pelanggaran berulang kali dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk dalam laga ini. Ia menyebut pemain muda itu telah dijatuhkan hingga 10 hingga 15 kali tanpa ada tindakan tegas dari wasit. “Ini sudah terjadi berulang kali. Jika wasit terus membiarkan hal ini, para pemain bertahan akan terus melakukannya,” ujar Rodri. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Yamal tetap tampil gemilang meski menghadapi tekanan fisik yang berlebihan.
Meski demikian, Rodri memuji performa timnya yang mampu mengendalikan jalannya pertandingan, mematikan serangan Prancis, dan menjalankan gaya permainan Spanyol dengan presisi. Gol pembuka yang diciptakan Mikel Oyarzabal lewat penalti—akibat pelanggaran Lucas Digne di kotak terlarang—menjadi bukti keunggulan taktis La Furia Roja. “Kami ingin membuat lawan tidak berkembang dan memainkan sepak bola dengan gaya kami sendiri. Penampilan kami sangat mengesankan,” katanya.
Sementara itu, legenda Prancis Patrick Vieira mengakui bahwa Spanyol pantas menang, karena tim asuhan Luis de la Fuente tampil jauh lebih superior dalam segala aspek. Di sisi lain, pelatih Prancis Didier Deschamps juga mengkritik keputusan wasit, menambah daftar kekecewaan yang muncul pasca laga.
Rodri menutup pernyataannya dengan fokus pada final: “Saya sangat bangga dengan tim ini. Sekarang saatnya beristirahat, karena kami akan memainkan pertandingan terpenting dalam hidup kami.”















