Home Serba Serbi Tekno Sinyal Halus dari Dalam Bumi Jadi Petanda Awal Erupsi Gunung Api

Sinyal Halus dari Dalam Bumi Jadi Petanda Awal Erupsi Gunung Api

Sumbawanews.com,- Sebuah metode deteksi baru bernama “Jerk” berhasil mengidentifikasi pergerakan tanah sangat halus yang terjadi sebelum gunung meletus, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 7 September 2026. Teknik ini dikembangkan oleh ilmuwan dari Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP) dan GFZ Helmholtz Centre for Geosciences, menggunakan satu seismometer broadband untuk menangkap sinyal transien berfrekuensi sangat rendah yang dihasilkan oleh intrusi magma di bawah kerak bumi. Selama 10 tahun pengujian di Gunung Piton de la Fournaise, Pulau La Réunion, sistem ini memprediksi 92% dari 24 erupsi yang terjadi antara 2014 hingga 2023, dengan waktu peringatan antara beberapa menit hingga 8,5 jam sebelum erupsi. Sinyal yang hanya berukuran beberapa nanometer per detik kubik (nm/s³) ini mampu terdeteksi meski tanpa pengawasan manusia, dan telah diverifikasi melalui data seismik, deformasi tanah, serta emisi gas vulkanik.

Metode Jerk beroperasi secara otomatis sejak April 2014 di Observatorium Vulkanologi Piton de la Fournaise, menjadi komponen integrasi dalam sistem pemantauan WebObs yang terhubung dengan jaringan Geoscope global. Peringatan pertama berhasil dikeluarkan 1 jam 2 menit sebelum erupsi pada 20 Juni 2014, dan sistem ini terbukti mampu mendeteksi intrusi magma bahkan ketika tidak diikuti erupsi, sehingga mengurangi risiko peringatan palsu. Peneliti menegaskan bahwa keunikan metode ini terletak pada validasi real-time tanpa intervensi manusia selama lebih dari satu dekade, berbeda dengan pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan analisis data historis.

Tim peneliti berencana menguji teknologi ini di gunung api aktif lain, termasuk Gunung Etna di Italia, melalui proyek “POS4dyke” yang akan memasang jaringan seismometer broadband mulai 2026, bekerja sama dengan INGV Italia. Pengembangan lebih lanjut juga terhubung dengan proyek SAFAtor yang memanfaatkan kabel serat optik untuk memperkuat sistem peringatan dini gempa dan erupsi. Dengan peralatan yang relatif sederhana, Jerk berpotensi menjadi solusi penting bagi wilayah yang belum memiliki infrastruktur pemantauan vulkanik intensif.

Previous articleJuventus Selamatkan Diri di Menit Terakhir, Imbang 1-1 Lawan AC Milan
Next articleJuventus Selamatkan Poin Terakhir, Spalletti: Niat Baik Tak Cukup