Sumbawanews.com,- Piala AFF 2026 resmi dibuka pada 24 Juli 2026, dengan laga pembuka antara Singapura melawan Kamboja di Morodok Techo National Stadium, Phnom Penh. Timnas Singapura, yang dipimpin pelatih Gavin Lee, menyatakan kewaspadaan tinggi menyusul peningkatan signifikan kualitas tim-tim ASEAN lainnya. Kapten tim, Hariss Harun, menegaskan bahwa meski Kamboja belum pernah lolos dari fase grup di turnamen ini, kini mereka jauh lebih tangguh berkat kebijakan naturalisasi pemain yang juga diadopsi oleh Vietnam, Indonesia, dan Kamboja. Grup A yang mempertemukan Singapura, Indonesia, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste pun diprediksi menjadi salah satu grup paling ketat sepanjang sejarah Piala AFF.
Hariss menekankan bahwa timnya tidak meremehkan siapa pun, bahkan lawan yang dianggap sebagai underdog. “Kami sangat realistis dan fokus di kamp pelatihan. Setiap tim memiliki kualitas dan rekam jejak yang patut dihormati,” ujarnya dalam pernyataan resmi Piala AFF. Strategi ini menjadi respons langsung terhadap tren baru di sepakbola Asia Tenggara, di mana naturalisasi pemain telah mengubah peta kekuatan, membuat kompetisi semakin sulit diprediksi. Singapura, yang baru saja mencatat sejarah lolos ke Piala Asia 2027, berharap bisa memanfaatkan pengalaman dan kedewasaan skuadnya untuk melaju jauh di turnamen ini.
Laga pembuka antara The Lions dan Kamboja menjadi ujian awal sekaligus simbol peralihan era: dari dominasi tradisional menuju persaingan yang lebih merata. Dengan semua tim di Grup A kini memiliki ambisi dan sumber daya yang seimbang, setiap pertandingan dianggap layaknya final oleh para pemain dan pelatih Singapura. Turnamen yang berlangsung hingga 29 Agustus 2026 ini bukan hanya soal gelar, tapi juga soal reputasi dan perkembangan sepakbola regional yang semakin matang.















