Sumbawanews.com,- Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui kesulitan menghentikan pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, menjelang final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di New York-New Jersey pada Senin, 20 Juli 2026. Dengan nada bercanda, Scaloni mengatakan ia berharap bisa mengunci Yamal di kamarnya agar tak perlu pusing memikirkan cara menghadapinya di lapangan. Pemain berusia 19 tahun itu dinilainya sebagai talenta luar biasa, sekaligus ancaman nyata bagi pertahanan Argentina yang bertekad mempertahankan gelar.
Yamal, sayap Barcelona yang menjadi salah satu bintang emergen Spanyol di turnamen ini, meski baru mencetak satu gol, telah membuktikan pengaruhnya lewat pergerakan cerdas dan kemampuan menciptakan peluang. Dalam laga semifinal melawan Prancis, aksinya memicu pelanggaran yang berujung pada penalti, yang sukses dikonversi Mikel Oyarzabal menjadi gol pembuka. Spanyol menang 2-0 dan melangkah ke final, mengukuhkan statusnya sebagai juara Eropa 2024 yang kini mengejar gelar Piala Dunia kedua setelah 2010.
Scaloni membandingkan gaya bermain Yamal dengan Lionel Messi, mengatakan bahwa pemain muda itu termasuk sedikit pemain yang sangat sulit dijaga. Ia mengakui Yamal adalah “harta karun” bagi sepak bola Spanyol dan masa depan timnas La Furia Roja. Namun, ia berdoa agar kecemerlangan sang remaja tidak menghancurkan ambisi Argentina untuk meraih gelar Piala Dunia keempat.
Final antara Spanyol dan Argentina menjadi pertemuan antara dua kekuatan besar: tim yang ingin memulai era baru dan tim yang berusaha mempertahankan takhta. Dengan Yamal yang terus berkembang dan Argentina yang dipimpin oleh para pemain berpengalaman, laga ini diprediksi akan menjadi laga epik yang tak terlupakan—meski Scaloni lebih suka menyimpannya dalam mimpi buruknya, bukan di stadion.















