Sumbawanews.com,- Pemain asal Iran, Nader Mohammadi, mencatatkan assist spektakuler lewat lemparan ke dalam jarak jauh yang diawali salto saat Spartak Kostroma mengalahkan SKA Khabarovsk 3-1 pada lanjutan Divisi 2 Rusia, Minggu (9/8/2026), di Lenin Stadium. Bola hasil lemparan itu, yang dilepaskan setelah Mohammadi melakukan salto di pinggir lapangan, langsung ditanduk masuk oleh Sergei Bugriyev menjadi gol ketiga timnya. Aksi tak biasa ini langsung menjadi viral di media sosial, mengingatkan publik pada kejadian serupa yang pernah ia lakukan lima tahun lalu di Liga Iran.
Mohammadi, yang kini berusia 29 tahun, bukan pemain biasa saat soal lemparan ke dalam. Pada 2021, saat membela Paykan melawan Persepolis, ia pernah melakukan salto dari garis tengah lapangan dan melempar bola ke kotak penalti lawan. Meski saat itu kiper Hamed Lak berhasil menghalau bola dengan kepalan tinjunya, aksi itu sudah cukup membuat dunia sepakbola terkesima. Kali ini, di Rusia, keberanian dan presisi Mohammadi berbuah gol — dan memperkuat tren meningkatnya efektivitas lemparan ke dalam jarak jauh dalam sepakbola modern.
Video aksinya di Lenin Stadium tersebar luas, dengan ribuan pengguna media sosial memuji kreativitas dan keberanian pemain yang jarang ditemukan di level profesional. Tidak hanya menjadi sorotan karena keunikan tekniknya, aksi ini juga memicu perdebatan ulang soal potensi revisi aturan lemparan ke dalam — terutama setelah gol-gol dari situasi serupa makin sering muncul di berbagai liga, termasuk Liga Inggris dan Liga Iran.
Spartak Kostroma sendiri menutup laga dengan kemenangan 3-1, dengan dua gol lainnya berasal dari sumber berbeda. Namun, yang paling dikenang dari pertandingan ini bukan skor, melainkan satu momen di mana sepakbola kembali membuktikan bahwa keajaiban bisa lahir dari lemparan ke dalam — bahkan jika itu dilakukan dengan salto.















