Sumbawanews.com,- Pengamat politik Budiman Sudjatmiko menilai Indonesia memerlukan keseimbangan antara pemikiran teknokratis dan filosofis untuk menjaga arah republik, seiring pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara yang lahir dari proses administratif semata, melainkan dari imajinasi intelektual para pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir yang memperdebatkan masa depan negara jauh sebelum 1945. Menurut Budiman, konsep *imagined community* menjadi fondasi identitas nasional yang tidak bisa dikelola hanya dengan logika birokrasi, data, atau anggaran. Kehadiran Rocky Gerung di Wantimpres, kata dia, bukan sekadar penambahan penasihat, melainkan bagian dari tradisi hubungan antara pemikiran kritis dan kekuasaan yang telah mengakar sejak awal republik.
Budiman menekankan bahwa negara membutuhkan dua kaki sekaligus: teknokrasi untuk menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan nyata, dan filsafat untuk memastikan arahnya tetap selaras dengan tujuan dasar bangsa. Ia menegaskan, filsafat tanpa instrumen eksekusi hanya menjadi wacana, sementara teknokrasi tanpa filsafat bisa menjadi mesin efisien yang menuju arah keliru. Meski Wantimpres hanya berfungsi memberi nasihat dan pertimbangan—bukan pengambil keputusan—Budiman menilai nilai seorang pemikir seperti Rocky Gerung justru terletak pada kemampuannya memberi perspektif berbeda dan kritis terhadap kebijakan pemerintah. Independensi pemikir di lingkungan kekuasaan, menurutnya, adalah kunci agar fungsi korektif tetap hidup.
Ia menambahkan, perdebatan tentang kehadiran Rocky Gerung seharusnya dilihat lebih luas: bukan sebagai persoalan personal atau politik sesaat, melainkan sebagai pertanyaan mendasar tentang bagaimana republik yang lahir dari gagasan besar bisa terus mempertahankan dan memperbarui imajinasinya di tengah kompleksitas birokrasi dan kekuasaan modern. “Republik juga harus terus mampu membayangkan negara seperti apa yang hendak diwujudkan,” ujar Budiman.















