Sumbawanews.com,- Sebanyak 135 orang ditangkap di Prancis hingga Sabtu (24/10/2026) siang menyusul aksi demonstrasi lanjutan yang kembali pecah di sejumlah kota. Polisi membubarkan kerumunan dengan gas air mata di Lyon, memperpanjang jam malam bagi anak di bawah umur di wilayah utara, serta melarang demonstrasi di sebagian besar pusat kota Lille, Denain, Douai, Wattignies, Marly, dan Valenciennes. Jam malam diberlakukan mulai pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat, sementara pihak berwenang juga menolak permohonan demonstrasi di Montpellier, Nancy, Caen, dan Annecy. Di Grenoble, upaya blokade jalan raya A480 memicu tabrakan antara dua kendaraan yang melukai dua orang, dan di Paris, 635 pemeriksaan keamanan dilakukan untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut. Petugas menyita senjata tajam, mesin gerinda sudut, masker penyaring, dan kacamata selam dari para demonstran, sementara di Nice, hampir 10 orang ditangkap karena diduga membawa alat pemukul dan perlengkapan pelindung.















