Sumbawanews.com,- Carlo Ancelotti menguji Raphinha sebagai penyerang tengah dalam sesi latihan Timnas Brasil, menjelang laga kedua melawan Australia pada Selasa, sebagai bagian dari perubahan taktis pasca hasil imbang 1-1 di pertandingan pertama. Pemain Barcelona itu sebelumnya bermain sebagai gelandang serang, tetapi Ancelotti kini menempatkannya di posisi ujung tombak, meniru pola yang sukses diterapkan Hansi Flick di Barcelona. Dalam latihan, Raphinha ditemani Rayan dan Vinicius Junior di lini depan, sementara sejumlah pemain lain mengisi sektor tengah dan belakang. Keputusan ini didasari performa produktif Raphinha di klub, yang telah mencetak 14 gol (12 di La Liga dan dua di Liga Champions) serta tiga assist sejak Flick menjadikannya penyerang tengah.
Pada laga pertama melawan Australia, Raphinha berperan dalam terciptanya gol penyama kedudukan oleh Rayan, meski posisinya saat itu berada di belakang Endrick. Ancelotti tampaknya ingin memanfaatkan kecerdasan posisional dan kemampuan finising Raphinha dengan menempatkannya lebih dekat ke gawang lawan. Strategi ini sejalan dengan apa yang berhasil di Barcelona, di mana Raphinha menjadi ancaman utama di kotak penalti, bukan sekadar winger. Ancelotti sendiri sebelumnya mengisyaratkan perubahan kecil dalam komposisi tim, menyatakan, “Ya, tim akan berubah sedikit. Tidak banyak, tetapi sedikit.”
Pertandingan kedua melawan Australia menjadi ujian pertama atas eksperimen ini. Setelah itu, Brasil dijadwalkan menghadapi India pada Sabtu, 3 Oktober, di Kolkata. Jika perubahan posisi Raphinha berhasil memperkuat serangan, ia bisa menjadi kunci utama dalam persiapan Timnas Brasil menjelang Piala Dunia 2026. Performa konsisten Raphinha di bawah asuhan Flick menjadi dasar kuat bagi Ancelotti untuk mencoba formulanya di level internasional.















