Sumbawanews.com,- Pembalap muda Muhammad Kiandra Ramadhipa, 16 tahun, mengungkap bahwa kunci kesuksesannya di kancah balap motor internasional berasal dari dukungan penuh orang tua dan kemampuannya menjaga fokus pada perkembangan diri sendiri. Kini, ia tengah bersaing di Red Bull Rookies Cup dan FIM Moto3 Junior World Championship, dua ajang bergengsi yang menjadi jembatan menuju MotoGP.
Ramadhipa, yang akrab dipanggil Rama, menegaskan bahwa setiap pencapaian yang diraihnya bukanlah hasil kerja sendiri, melainkan buah dari pengorbanan keluarga, terutama sang ayah, Muhammad Yuki Arafat, seorang mantan pembalap drag mobil dan motocross. Ayahnya tidak hanya memperkenalkan dunia balap sejak dini, tetapi juga menanamkan prinsip tanggung jawab dan komitmen. “Saya ingin membanggakan orang tua dan semua yang sudah dilakukan ayah untuk aku mencapai titik ini,” ujar Rama.
Dalam menghadapi persaingan ketat, Rama sengaja tidak membandingkan dirinya dengan pembalap lain. Ia lebih memilih menilai kemajuan dirinya dari waktu ke waktu. “Saya tidak suka membandingkan diri dengan orang lain. Saya lebih suka membandingkan diri saya yang dulu dengan yang sekarang,” katanya. Pendekatan ini, menurutnya, membantunya tetap tenang dan terus berkembang meski berada di lingkungan yang sangat kompetitif.
Sementara itu, sang ayah menambahkan bahwa ia memberikan tekanan 100 persen kepada Rama karena keputusan menekuni balap adalah pilihan pribadi yang harus dipertanggungjawabkan. “Habis menang terus kalah, pasti mengalami struggle. Saya kasih pressure 100 persen karena itu sudah menjadi pilihan dan tanggung jawab,” ujar Muhammad Yuki Arafat.















