Sumbawanews.com,- Jakarta – Timnas Qatar resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi terbawah Grup B dengan hanya satu poin dari tiga laga. Meski gagal melangkah ke babak gugur, pelatih Julen Lopetegui menyampaikan harapan mendalam: semoga ini bukan penampilan terakhir Qatar di panggung sepak bola dunia.
Dalam laga penutup grup yang berakhir 1-3 melawan Bosnia dan Herzegovina pada Kamis, 25 Juni 2026, Qatar tampil penuh semangat dan menciptakan sejumlah peluang emas. Namun, dua kesalahan defensif menjadi penentu kekalahan sekaligus akhir perjalanan mereka di turnamen ini. Sebelumnya, Qatar imbang 1-1 melawan Swiss dan dikalahkan telak 0-6 oleh Kanada.
“Kami melakukan hal-hal yang benar. Banyak peluang diciptakan, tapi sepak bola sering kali tak memberi imbalan sepadan,” ujar Lopetegui usai laga, seperti dikutip dari ESPN. “Ini adalah pengalaman berharga, terutama bagi para pemain muda. Mereka belajar bagaimana rasanya berada di level tertinggi.”
Lopetegui, yang menangani timnas Qatar hingga musim panas 2027, tak menutupi rasa bangganya terhadap perjuangan anak asuhnya. “Mereka bermain dengan hati, meski hasilnya tak seimbang dengan usaha. Ini bukan kekalahan yang memalukan—ini adalah fondasi untuk masa depan.”
Qatar sebelumnya pernah tampil di Piala Dunia 2022 sebagai tuan rumah, menjadi negara Arab pertama yang mencapai perempat final. Kehadiran mereka di edisi 2026 menandai kali kedua dalam sejarah mereka lolos ke putaran final, sebuah pencapaian yang masih sangat langka bagi negara kecil dengan populasi penduduk terbatas.
“Kami ingin terus berkembang. Kami ingin kembali lagi. Jangan sampai ini menjadi Piala Dunia terakhir kami,” tegas Lopetegui, menutup pernyataannya dengan nada penuh optimisme.
Dengan kekalahan ini, Qatar menjadi satu dari tujuh tim yang tersingkir di fase grup, sementara 13 tim lainnya sudah memastikan tempat di babak 32 besar. Di klasemen Grup B, Swiss finis di puncak dengan tujuh poin, diikuti Kanada dan Bosnia yang sama-sama mengoleksi empat poin—namun unggul selisih gol atas Qatar yang hanya punya satu poin dan selisih gol -8.
Meski perjalanan di Piala Dunia 2026 berakhir lebih awal, mimpi besar Lopetegui dan para pemain Qatar tetap hidup: bukan sekadar tampil, tapi kembali—dan kali ini, dengan lebih kuat.















