Sumbawanews.com,- Akademi sepak bola ternama Vietnam, PVF, tiba di Sentul, Bogor, pada 19 Agustus 2026 untuk berlaga di Garuda International Cup (GIC) 2026, turnamen usia muda yang kian bergengsi di Asia. PVF, yang diakui AFC sebagai akademi berakreditasi bintang tiga bersama Aspire Academy dan Jeonbuk Hyundai, turun di kategori U-12 Boys dan tergabung di Grup C bersama ASIOP Merah, Nahusam FA, dan Infinity FC. Pelatih kepala PVF U-12, Hoang Phuc Lam, menyebut ini sebagai partisipasi internasional pertama timnya, sekaligus kesempatan emas untuk menguji kualitas pemain di level tinggi. “Kami ingin para pemain menikmati pertandingan, mengeluarkan potensi terbaik, dan belajar dari lawan-lawan berkelas,” ujarnya.
PVF, yang dikenal sebagai pemasok utama pemain berbakat untuk timnas Vietnam mulai dari level junior hingga senior, membawa sistem pembinaan berstandar global. Kompleks latihan mereka dilengkapi fasilitas sains olahraga, asrama bertaraf tinggi, dan teknologi simulasi latihan 360 derajat. Salah satu jebolan terkenalnya, Ha Duc Chinh, kini menjadi penyerang andalan Timnas Vietnam di berbagai level, termasuk U-23, SEA Games, dan tim senior—bukti nyata kualitas akademi ini.
GIC 2026 berlangsung dari 19 hingga 23 Agustus di dua venue utama: ASIOP Training Ground dan AYO Arena. Turnamen yang digelar sejak 2015 ini kembali aktif sejak 2022 dan kini menjadi ajang paling dinanti di kategori usia muda Asia. Jumlah negara peserta melonjak dari 3 pada 2015 menjadi 13 pada 2026, mencakup Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Pakistan, Jepang, dan China. Total 72 tim berlaga di lima kategori: U-10 Boys, U-12 Boys, U-15 Boys, U-15 Girls, dan U-17 Boys.
Kepala Teknis PSSI, Indra Sjafri, dan eks pelatih timnas Indonesia, Simon Tahamata, kembali hadir sebagai pengamat utama, menegaskan bahwa GIC kini setara dengan turnamen legendaris Toulon Prancis dalam hal kualitas dan daya tarik talenta. “Ini bukan sekadar turnamen, tapi laboratorium pencarian pemain masa depan,” kata Indra. Dengan kehadiran PVF dan semakin banyaknya akademi elite Asia, GIC 2026 bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga cerminan kemajuan sepak bola muda Asia yang tak bisa diabaikan.















